Sistem Saluran Air 4.000 Tahun Ditemukan di Provinsi Henan, China
Sistem Saluran Air 4.000 Tahun Ditemukan di Provinsi Henan, China

Sistem Saluran Air 4.000 Tahun Ditemukan di Provinsi Henan, China

LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Tim arkeolog dari China tengah baru-baru ini mengungkapkan sebuah jaringan saluran air buatan yang diperkirakan berusia sekitar 4.000 tahun, terletak di wilayah Provinsi Henan. Penemuan ini menjadi bukti penting tentang kemampuan teknik sipil masyarakat kuno di Lembah Sungai Kuning.

Saluran‑saluran tersebut terbuat dari batu bata berwarna kemerahan dan tanah liat yang dipadatkan, membentuk jaringan teratur yang mengalirkan air dari sumber pegunungan ke lahan pertanian. Analisis laboratorium menunjukkan bahwa struktur ini dirancang dengan kemiringan yang tepat sehingga air dapat mengalir secara gravitasi tanpa memerlukan pompa.

Berikut beberapa karakteristik utama dari sistem ini:

  • Umur: Diperkirakan 4.000 tahun, masuk dalam periode Dinasti Xia atau awal Dinasti Shang.
  • Panjang total: Sekitar 2,5 kilometer, dengan beberapa cabang yang menghubungkan ke sawah dan pemukiman.
  • Teknologi konstruksi: Menggunakan teknik pengikatan batu bata dengan tanah liat, serta lapisan pelindung untuk mencegah erosi.
  • Fungsi: Menyediakan irigasi, mengontrol banjir, dan mendukung kehidupan sehari‑hari masyarakat kuno.

Penemuan ini menempatkan China tengah sejajar dengan peradaban kuno lain yang terkenal dengan sistem irigasi, seperti Mesir Kuno (Sungai Nil) dan Lembah Indus. Namun, keunikan jaringan ini terletak pada penggunaan bahan lokal dan desain yang menyesuaikan topografi daerah pegunungan Henan.

Para peneliti menilai bahwa keberadaan saluran air ini mengindikasikan adanya organisasi sosial yang terstruktur, kemampuan perencanaan jangka panjang, serta pengetahuan astronomi untuk menentukan waktu tanam. Hal ini memperluas pemahaman tentang tingkat kemajuan teknologi pada masa pra‑sejarah di Asia Timur.

Proses penggalian dan konservasi masih berlangsung, dengan harapan dapat membuka lebih banyak lapisan arkeologis yang menyimpan informasi tentang budaya, ekonomi, dan kehidupan sehari‑hari masyarakat 4.000 tahun yang lalu.