LintasWarganet.com – 17 Mei 2026 | Militer Israel mengumumkan pada Sabtu bahwa mereka mengebom dan menewaskan Izz al‑Din al‑Haddad, sosok yang dianggap sebagai kepala sayap militer Hamas. Penembakan itu terjadi di wilayah Gaza, satu hari setelah serangan udara Israel sebelumnya.
Izz al‑Din al‑Haddad dikenal sebagai tokoh strategis di dalam sayap militer Hamas, khususnya dalam perencanaan operasi bersenjata. Ia diperkirakan terlibat dalam penyusunan taktik pertempuran, koordinasi serangan roket, serta pelatihan pasukan di jalur Gaza. Sebelum bergabung dengan Hamas, al‑Haddad memiliki latar belakang pendidikan teknik militer dan pernah menempuh pelatihan di luar negeri, yang kemudian dimanfaatkan untuk memperkuat kemampuan operasional kelompok tersebut.
Kematian al‑Haddad menandai kehilangan pejabat senior Hamas pertama sejak perjanjian gencatan senjata yang disokong Amerika Serikat pada Oktober lalu. Gencatan senjata tersebut dirancang untuk menghentikan pertumpahan darah, namun ketegangan kembali memuncak setelah serangkaian serangan balasan antara kedua belah pihak.
Berikut ini rangkuman singkat tentang profil al‑Haddad:
- Latar Belakang: Lahir di Gaza, menempuh pendidikan teknik militer di luar negeri.
- Jabatan: Kepala sayap militer Hamas (senior commander).
- Peran Utama: Merancang taktik pertempuran, mengkoordinasikan operasi roket, melatih pasukan.
- Pengaruh: Dikenal sebagai “arsitek perang” yang meningkatkan efektivitas militer Hamas selama beberapa tahun terakhir.
Reaksi dari pihak Hamas menyebut penembakan tersebut sebagai “pembunuhan terencana” dan menegaskan akan melanjutkan perjuangan tanpa mengurangi intensitas serangan. Sementara pihak Israel menegaskan tindakan tersebut sebagai bagian dari upaya menghentikan ancaman roket dan serangan teror yang dilancarkan oleh Hamas.
Para analis politik memperkirakan bahwa hilangnya al‑Haddad dapat menimbulkan gangguan sementara dalam struktur komando Hamas, namun tidak dipastikan akan melemahkan kemampuan operasional secara keseluruhan. Kemungkinan munculnya pengganti yang lebih agresif atau perubahan taktik menjadi faktor penting dalam dinamika konflik ke depan.
Perkembangan ini menambah ketegangan di wilayah tersebut, dengan kedua belah pihak tetap bersiap menghadapi kemungkinan eskalasi lebih lanjut.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet