Siap-siap, 35.476 Calon Manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Bakal Digembleng jadi Komcad
Siap-siap, 35.476 Calon Manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Bakal Digembleng jadi Komcad

Siap-siap, 35.476 Calon Manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Bakal Digembleng jadi Komcad

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Ratusan ribu calon manajer dari unit Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan bersiap mengikuti program pelatihan militer (latsarmil) Komcad selama tiga puluh hari. Program ini dirancang untuk menyiapkan generasi pemimpin baru yang siap mengelola usaha koperasi desa serta mengoptimalkan potensi ekonomi maritim di wilayah pesisir.

Secara total, sebanyak 35.476 peserta akan menjalani pelatihan di 67 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Setiap lokasi dilengkapi dengan fasilitas latihan dasar militer, materi manajemen koperasi, serta modul pengembangan usaha berbasis komunitas.

Rangkaian Pelatihan

  • Durasi: 30 hari intensif.
  • Komponen utama: Disiplin militer, kepemimpinan, perencanaan bisnis, pemasaran produk lokal, serta pengelolaan sumber daya manusia.
  • Instruktur: Kombinasi antara perwira TNI, pakar koperasi, dan praktisi industri perikanan.

Lokasi Pelatihan

Pelatihan dibagi menjadi tiga zona utama:

  1. Zona Barat: mencakup Provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Banten.
  2. Zona Tengah: meliputi Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.
  3. Zona Timur: meliputi Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Setiap zona memiliki pusat pelatihan yang berfungsi sebagai basis operasional, sekaligus tempat tinggal bagi para peserta.

Tujuan Strategis

Program Komcad bertujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan di level desa, memperkuat jaringan koperasi, dan mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat nelayan melalui inovasi produk dan pemasaran yang lebih profesional.

Setelah menyelesaikan pelatihan, para calon manajer diharapkan dapat mengemban tugas sebagai:

  • Pengelola koperasi dengan kemampuan manajerial yang terstandarisasi.
  • Penghubung antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas nelayan.
  • Pencipta lapangan kerja melalui pengembangan usaha mikro‑kecil.

Pihak penyelenggara menegaskan bahwa proses seleksi yang ketat telah memastikan hanya kandidat dengan potensi tinggi yang lolos, sehingga kualitas kepemimpinan di tingkat desa diharapkan meningkat secara signifikan.