Seskab Teddy Ungkap Sekolah Rakyat Sebagai Bentuk Keprihatinan Presiden

LintasWarganet.com – 22 April 2026 | ANTARA – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul melakukan kunjungan ke sebuah sekolah yang dikelola oleh komunitas warga di wilayah Jawa Barat pada hari Senin, 22 April 2026. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau pelaksanaan program “Sekolah Rakyat” yang baru-baru ini menjadi sorotan dalam rapat koordinasi kabinet.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menyatakan keprihatinannya terhadap kesenjangan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil dan kawasan ekonomi lemah. Menurutnya, “Setiap anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa harus terbebani biaya yang tinggi.” Program Sekolah Rakyat dipandang sebagai wujud konkret upaya pemerintah untuk merespon keprihatinan tersebut.

Dalam kunjungan itu, Teddy menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan inisiatif yang melibatkan pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, serta partisipasi aktif warga setempat. Ia menambahkan bahwa model sekolah ini dirancang dengan tiga prinsip utama:

  • Afiliasi lokal – mengandalkan tenaga pengajar dan sumber daya dari komunitas sekitar.
  • Biaya terjangkau – mengurangi beban biaya pendidikan dengan subsidi langsung dan dukungan dana sosial.
  • Kurikulum relevan – menyesuaikan materi pembelajaran dengan kebutuhan pasar kerja lokal.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyoroti peran penting program ini dalam mengurangi angka putus sekolah. “Dengan memadukan bantuan sosial dan pendidikan gratis, kami berharap dapat menurunkan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa sekolah yang dikunjungi telah berhasil menurunkan tingkat absen siswa sebesar 15 persen dalam enam bulan terakhir, serta meningkatkan partisipasi orang tua dalam kegiatan belajar mengajar. Data tersebut menjadi bukti awal bahwa pendekatan berbasis komunitas dapat memberikan dampak positif.

Ke depannya, tim kerja yang dipimpin oleh Seskab akan menyusun laporan rekomendasi untuk memperluas skala program Sekolah Rakyat ke provinsi lain. Rencana tersebut mencakup penyediaan dana operasional, pelatihan guru lokal, serta mekanisme monitoring dan evaluasi yang lebih terintegrasi.

Jika berhasil, inisiatif ini diprediksi dapat menjadi model bagi kebijakan pendidikan inklusif di tingkat nasional, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.