Sering Mati Lampu Akhir‑Akhir Ini, Pengamat ITB Ungkap Penyebabnya
Sering Mati Lampu Akhir‑Akhir Ini, Pengamat ITB Ungkap Penyebabnya

Sering Mati Lampu Akhir‑Akhir Ini, Pengamat ITB Ungkap Penyebabnya

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Seringnya pemadaman listrik di wilayah Jawa‑Bali menjadi keluhan warga dan pelaku usaha. Pada pekan terakhir, beberapa kawasan melaporkan mati lampu secara tiba‑tiba hingga berjam‑jam.

  • Force outage: pemutusan aliran listrik yang dilakukan secara paksa karena jaringan tidak mampu menyalurkan beban listrik yang tinggi.
  • Derating: penurunan kapasitas pembangkit atau transmisi akibat kondisi peralatan yang menurun atau pemeliharaan rutin.
  • El Nino ekstrem: fenomena iklim yang menyebabkan suhu udara meningkat, berujung pada penurunan kinerja pembangkit termal dan berkurangnya aliran air untuk pembangkit hidro.

Force outage biasanya dipicu oleh lonjakan beban pada jam sibuk, terutama ketika suhu tinggi meningkatkan penggunaan pendingin udara. Sistem jaringan yang belum terintegrasi dengan baik membuat beban tidak dapat didistribusikan merata, sehingga operator harus memutus aliran di titik‑titik kritis untuk menghindari kerusakan lebih luas.

Derating terjadi ketika pembangkit atau jaringan transmisi tidak dapat beroperasi pada kapasitas penuh. Penyebabnya meliputi keausan peralatan, kurangnya pemeliharaan, serta kebijakan pembatasan output untuk menjaga keamanan operasional. Akibatnya, pasokan listrik yang tersedia berkurang dan harus dialokasikan secara selektif.

Pengaruh El Nino memperparah situasi karena suhu yang lebih tinggi menurunkan efisiensi turbin termal dan mengurangi debit air di waduk pembangkit hidro. Pada beberapa kasus, pembangkit harus menurunkan outputnya secara signifikan (derating) atau bahkan menghentikan operasi sementara.

Dr. Andi menekankan pentingnya langkah-langkah mitigasi, antara lain peningkatan kapasitas transmisi, modernisasi pembangkit, dan penerapan sistem manajemen beban berbasis teknologi digital. Ia juga mengusulkan peningkatan penggunaan energi terbarukan yang tidak terpengaruh oleh fluktuasi suhu ekstrem.

Dengan mengatasi ketiga penyebab utama, diharapkan frekuensi pemadaman listrik dapat ditekan, sehingga stabilitas pasokan energi bagi rumah tangga, industri, dan layanan publik menjadi lebih terjamin.