Serie A 2026/27 Siap Mengguncang: Jadwal Baru, Transfer Besar, dan Krisis Italia yang Mengguncang Dunia Sepak Bola
Serie A 2026/27 Siap Mengguncang: Jadwal Baru, Transfer Besar, dan Krisis Italia yang Mengguncang Dunia Sepak Bola

Serie A 2026/27 Siap Mengguncang: Jadwal Baru, Transfer Besar, dan Krisis Italia yang Mengguncang Dunia Sepak Bola

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Musim baru Serie A 2026/27 resmi dimulai pada 23 Agustus 2026 dan akan berakhir pada 30 Mei 2027, menandai perubahan penting dalam kalender kompetisi domestik Italia. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, liga mengadopsi jeda Natal yang memberikan jeda kompetisi pada akhir Desember, sekaligus menyisipkan empat jeda internasional pada 27 September, 4 Oktober, 15 November, dan 28 Maret. Dua pertandingan tengah pekan dijadwalkan pada 28 Oktober dan 6 Januari 2027, sementara akhir pekan 27 Desember tidak ada pertandingan.

Jadwal dan Kebijakan Baru

Lega Serie A juga menyinggung kemungkinan larangan penjadwalan Derby Torino‑Juventus pada malam hari menjelang akhir musim, setelah insiden kerusuhan antara suporter pada tahun sebelumnya. Presiden Lega, Ezio Maria Simonelli, menegaskan bahwa pertandingan berisiko tinggi akan dipindahkan ke akhir pekan tertentu untuk menghindari gangguan keamanan pada fase penutup liga.

Transfer Manchester United ke Italia Makin Meriah

Manchester United kembali menambah catatan belanjanya di Serie A. Dalam dekade terakhir klub Inggris telah menghabiskan lebih dari €600 juta untuk merekrut pemain dari liga Italia. Transfer terbaru menargetkan gelandang Atalanta, Ederson, dengan nilai sekitar €50 juta termasuk bonus, menjadikannya pemain ke‑11 yang pindah ke Old Trafford dari Italia. Sebelumnya United juga berhasil mengontrak Rasmus Højlund dan Amad Diallo dari Atalanta, serta mengembalikan Paul Pogba dari Juventus dengan biaya €105 juta pada 2016.

  • Ederson (Atalanta) – €50 juta (perkiraan)
  • Rasmus Højlund (Atalanta) – €?? juta
  • Amad Diallo (Atalanta) – €27,3 juta
  • Paul Pogba (Juventus) – €105 juta
  • Cristiano Ronaldo (Juventus) – €17 juta

Investasi tersebut menunjukkan ketertarikan United pada talenta Serie A meski klub Italia sedang menghadapi tantangan performa di kompetisi Eropa.

Krisis Kompetisi dan Penghargaan 2025/26

Sementara Inter Milan mengamankan gelar Scudetto 2025/26 di bawah asuhan Cristian Chivu, musim tersebut juga diwarnai skandal kuliner dan kegagalan timnas Italia yang gagal lolos ke Piala Dunia ketiga berturut‑turut. Inter, Napoli, Roma, dan Como lolos ke Liga Champions, Europa, dan Conference. Juventus dan Milan harus bersaing di Liga Europa, sementara Atalanta mengandalkan penampilan di Conference League.

Penghargaan tahunan Serie A menyoroti Federico Dimarco (Inter) sebagai MVP, sementara penampilan Napoli dijaga oleh Scott McTominay. Namun, kegagalan kolektif dalam kompetisi Eropa menambah tekanan pada klub‑klub besar.

Suara Kritik Andrea Pirlo

Legenda Italia Andrea Pirlo mengungkapkan kekecewaannya terkait penurunan kualitas Serie A. Dalam wawancara dengan Gazzetta, Pirlo menilai bahwa “tidak ada yang berubah” meski klub-klub terus mengeluarkan biaya besar. Ia menyoroti hilangnya daya tarik Italia bagi pemain top dunia, serta perlunya kebijakan yang mendorong investasi lebih agresif. Pirlo juga menyatakan bahwa bila masih aktif, ia lebih memilih bermain di Premier League karena kompetisi Italia tidak lagi berada di puncak.

Nasib Niclas Fullkrug

Pemain depan Jerman Niclas Fullkrug kini berada di persimpangan karier setelah masa pinjaman yang kurang mengesankan di AC Milan berakhir. Milan memutuskan tidak mengeksekusi opsi beli senilai sekitar €5 juta karena Fullkrug hanya mencetak satu gol dalam 20 penampilan. West Ham United, yang kini berada di Championship setelah relegasi, juga ingin mengurangi beban gaji lebih dari €3 juta per bulan. Kedua klub membuka pintu bagi minat MLS, La Liga, dan kembali ke Bundesliga, termasuk tawaran potensial dari Werder Bremen.

Situasi Fullkrug menambah contoh bahwa Serie A tidak lagi menjadi “papan iklan” utama bagi pemain kelas dunia, melainkan pasar yang kompetitif dengan tekanan keuangan.

Secara keseluruhan, musim 2026/27 Serie A menjanjikan jadwal yang lebih teratur, kebijakan keamanan yang lebih ketat, dan dinamika transfer yang menarik. Namun, tantangan struktural—dari kualitas kompetisi hingga daya tarik internasional—masih menjadi pertaruhan utama bagi para pemangku kepentingan. Jika Serie A dapat mengatasi masalah ini, liga berpotensi kembali menjadi magnet bagi talenta global dan memperkuat posisinya di peta sepak bola dunia.