Sepakat dengan Amerika, Bandara Kertajati Bakal Jadi Pusat MRO Pesawat C-130 Hercules untuk Pasar Asia
Sepakat dengan Amerika, Bandara Kertajati Bakal Jadi Pusat MRO Pesawat C-130 Hercules untuk Pasar Asia

Sepakat dengan Amerika, Bandara Kertajati Bakal Jadi Pusat MRO Pesawat C-130 Hercules untuk Pasar Asia

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Bandara Internasional Kertajati di Jawa Barat resmi menandatangani kesepakatan kerja sama dengan pihak Amerika Serikat untuk mengembangkan fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) khusus pesawat militer C-130 Hercules. Kesepakatan ini menandai langkah strategis Indonesia dalam memperkuat kemampuan pertahanan sekaligus membuka peluang bisnis di pasar Asia.

Proyek MRO di Kertajati akan mencakup ruang perbaikan, peralatan diagnostik canggih, serta pelatihan teknisi lokal. Tim teknisi Amerika akan bekerja bersama tenaga ahli Indonesia untuk mentransfer pengetahuan dan standar operasional internasional. Diharapkan dalam dua tahun pertama, fasilitas ini sudah dapat menerima pesawat C-130 dari negara-negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan India yang membutuhkan layanan perawatan.

Lokasi Kertajati dipilih karena letaknya yang strategis, berada di antara jalur penerbangan utama di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, ketersediaan lahan yang luas memungkinkan pembangunan hangar besar dan fasilitas pendukung tanpa mengganggu operasi penerbangan komersial.

Berikut beberapa manfaat utama yang diantisipasi:

  • Peningkatan kemampuan pertahanan: Memiliki fasilitas MRO domestik mengurangi ketergantungan pada pihak asing untuk perawatan pesawat militer.
  • Pertumbuhan ekonomi regional: Proyek ini diperkirakan menciptakan ribuan lapangan kerja langsung dan tidak langsung, serta meningkatkan pendapatan daerah.
  • Ekspansi pasar MRO Asia: Dengan menargetkan pesawat C-130 yang beroperasi di seluruh wilayah Asia, Indonesia dapat menjadi hub layanan teknis terdepan.
  • Transfer teknologi: Tenaga kerja lokal akan memperoleh keahlian baru melalui pelatihan bersama tim Amerika, memperkuat sumber daya manusia di bidang aerospace.

Pemerintah menegaskan bahwa proyek ini selaras dengan visi Indonesia 2045 untuk menjadi negara berdaya saing global di sektor pertahanan dan teknologi. Selain C-130, rencana jangka panjang mencakup kemungkinan pengembangan layanan MRO untuk jenis pesawat militer dan sipil lainnya.

Implementasi awal akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar, termasuk hangar, laboratorium material, dan area penyimpanan suku cadang. Setelah itu, fase operasional akan dimulai dengan penerimaan pesawat C-130 pertama untuk perawatan rutin.