Sensasi Menjelajah Dunia Serangga di Pameran House of Bugs Jakarta
Sensasi Menjelajah Dunia Serangga di Pameran House of Bugs Jakarta

Sensasi Menjelajah Dunia Serangga di Pameran House of Bugs Jakarta

LintasWarganet.com – 20 Juni 2026 | Pada Sabtu lalu, Mal Ciputra di Jakarta menjadi saksi kehadiran pameran interaktif bertajuk House of Bugs. Acara ini mengundang ribuan pengunjung untuk merasakan pengalaman unik menjelajahi ragam serangga dari berbagai belahan dunia, termasuk spesies yang jarang ditemui di lingkungan perkotaan.

Salah satu momen menonjol adalah ketika seorang pengunjung memperlihatkan kupu-kupu jeruk (Papilio demoleus) yang sedang bertengger di sayapnya. Kupu-kupu berwarna oranye ini menjadi simbol keindahan dan keanekaragaman yang dipamerkan dalam instalasi khusus.

Pameran ini menyajikan lebih dari 50 spesies serangga, mulai dari kupu-kupu eksotis, belalang berwarna cerah, hingga laba‑laba berbentuk unik. Berikut beberapa contoh serangga yang dapat ditemui:

  • Kupu-kupu Raja (Danaus plexippus)
  • Belalang Hijau (Oxya chinensis)
  • Laba‑laba Goliath (Theraphosa blondi)
  • Semut Pemotong Daun (Atta spp.)
  • Jangkrik Raksasa (Gryllus bimaculatus)

Selain menampilkan keindahan visual, House of Bugs juga menekankan aspek edukatif. Setiap stan dilengkapi dengan papan informasi yang menjelaskan siklus hidup, peran ekologi, serta upaya pelestarian serangga. Pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan beberapa spesimen melalui kaca pengamatan atau wadah khusus, sehingga meningkatkan rasa penasaran dan kepedulian terhadap makhluk kecil namun vital ini.

Pengalaman interaktif tidak berhenti sampai situ saja. Terdapat pula workshop pembuatan rumah serangga mini, serta sesi foto dengan latar belakang tematik hutan tropis yang dirancang untuk mempercantik koleksi Instagram para pengunjung. Semua kegiatan tersebut dirancang agar semua usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, dapat menikmati dan belajar secara simultan.

Dengan antusiasme tinggi dan respons positif dari masyarakat, pameran ini diproyeksikan akan berlangsung selama tiga minggu ke depan, memberikan kesempatan lebih banyak orang untuk menyelami dunia serangga yang menakjubkan.