Semangat Penyandang Tunarungu Belajar Al‑Qur’an dengan Bahasa Isyarat

LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Baru-baru ini, komunitas penyandang tunarungu di Indonesia menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempelajari Al‑Qur’an melalui bahasa isyarat. Program pembelajaran yang diprakarsai oleh Lembaga Dakwah Islamiyah bersama Yayasan Tunarungu ini bertujuan menghilangkan hambatan bahasa bagi para pendengar yang tidak dapat mendengar.

Setiap minggu, sekitar dua puluh orang peserta berkumpul di sebuah ruang serbaguna di Jakarta. Mereka dipandu oleh seorang guru Al‑Qur’an bersertifikat yang juga mahir dalam Bahasa Isyarat Indonesia (BIS). Selama sesi, ayat‑ayat suci dibacakan secara bersamaan dengan terjemahan isyarat, sehingga peserta dapat menangkap makna sekaligus melatih kemampuan visual‑motorik mereka.

  • Meningkatkan pemahaman teks suci bagi penyandang tunarungu.
  • Memberi ruang bagi mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan.
  • Menguatkan rasa kebersamaan dan identitas dalam komunitas Muslim.

Para peserta menyatakan rasa syukur atas kesempatan ini. Salah satu peserta, Rudi (23 tahun), mengungkapkan, “Saya dulu merasa terasing saat sholat berjamaah karena tidak dapat mendengar ayat. Kini, dengan bahasa isyarat, saya bisa menghafal dan mengerti Al‑Qur’an.”

Selain manfaat spiritual, program ini juga memberi dampak sosial. Keluarga dan masyarakat sekitar menjadi lebih sadar akan pentingnya inklusivitas. Sekolah-sekolah khusus mulai mempertimbangkan memasukkan modul pembelajaran Al‑Qur’an dengan bahasa isyarat ke dalam kurikulum mereka.

Keberhasilan inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Dengan dukungan pemerintah, LSM, dan donatur, program serupa dapat diperluas ke provinsi lain, sehingga tidak ada lagi hambatan bahasa bagi penyandang tunarungu dalam mengakses ilmu agama.