SEMA UGM Bubarkan Diskusi Budiman-Nusron Wahid: Mereka Tak Layak Membicarakan Pancasila
SEMA UGM Bubarkan Diskusi Budiman-Nusron Wahid: Mereka Tak Layak Membicarakan Pancasila

SEMA UGM Bubarkan Diskusi Budiman-Nusron Wahid: Mereka Tak Layak Membicarakan Pancasila

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | Senat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) mengambil langkah tegas dengan membubarkan forum diskusi yang diprakarsai oleh aktivis Budiman dan Nusron Wahid. Keputusan ini diambil setelah sejumlah mahasiswa menilai bahwa sikap dan pernyataan kedua tokoh tersebut tidak layak untuk membahas nilai‑nilai Pancasila.

Latar Belakang Keputusan

Diskusi yang awalnya dimaksudkan sebagai ruang terbuka untuk menelaah interpretasi Pancasila berubah menjadi sorotan publik ketika Budiman dan Nusron Wahid menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah. Beberapa mahasiswa menilai bahwa kritik tersebut melenceng dari semangat kebersamaan dan persatuan yang terkandung dalam Pancasila, sehingga menimbulkan ketegangan di kalangan civitas akademika.

Reaksi Mahasiswa

Kelompok mahasiswa yang mendukung keputusan SEMA UGM menggelar demonstrasi kecil di halaman kampus. Mereka membawa spanduk yang menuntut penegakan nilai‑nilai Pancasila dan menolak pandangan yang dianggap merusak persatuan bangsa. Demonstran juga menyoroti pentingnya menjaga ruang akademik tetap netral dan tidak dipolitisasi.

Pernyataan SEMA UGM

Dalam pernyataan resmi, SEMA UGM menegaskan bahwa forum diskusi harus selalu berlandaskan pada nilai‑nilai dasar negara. “Kami tidak dapat membiarkan diskusi yang menodai atau menyudutkan Pancasila, karena hal itu bertentangan dengan tujuan pendidikan tinggi yang menumbuhkan rasa kebangsaan,” ujar Ketua SEMA UGM, Ahmad Rizky.

Dampak terhadap Kebebasan Berpendapat

Keputusan ini memunculkan perdebatan tentang batasan kebebasan berpendapat di lingkungan kampus. Sebagian pihak berpendapat bahwa pembubaran tersebut dapat menghambat dialog kritis, sementara yang lain berpendapat bahwa menjaga kesetiaan pada Pancasila adalah prioritas utama.

Sejauh ini, Budiman dan Nusron Wahid belum memberikan tanggapan resmi terkait keputusan SEMA UGM. Sementara itu, pihak universitas berjanji akan terus memantau situasi dan memastikan bahwa setiap kegiatan akademik tetap mengedepankan nilai‑nilai kebangsaan.