LintasWarganet.com – 14 Mei 2026 | Turnamen bergengsi Asean Club Championship Shopee Cup kembali memukau para penggemar sepak bola Asia Tenggara. Dua finalis, Selangor FC dari Malaysia dan Buriram United dari Thailand, telah memastikan tempat mereka setelah laga semifinal yang penuh ketegangan pada 13 Mei 2026. Keberhasilan mereka tidak lepas dari momen-momen krusial, perubahan taktik, serta konsekuensi administratif yang memengaruhi lanskap kompetisi klub di kawasan ini.
Selangor FC menaklukkan Nam Dinh dengan penampilan gemilang Chrigor Moraes
Di Thien Truong Stadium, Selangor FC menampilkan serangan balik yang terorganisir, memanfaatkan kecepatan dan kreativitas pemain depan mereka. Striker asal Brasil, Chrigor Moraes, menjadi faktor penentu dengan mencetak dua gol pada laga kembali (leg) semifinal melawan Nam Dinh FC, Vietnam. Gol pertama datang dari titik penalti pada menit ke-40 setelah VAR mengonfirmasi pelanggaran Mitchell Dijks terhadap Mohammad Majed Jamil Abualnadi. Gol kedua tercipta pada menit ke-90, setelah Moraes menerima umpan panjang dari Zikri Khalili dan menaklukkan kiper Manh Tran.
Kemenangan 2-0 tersebut menambah keunggulan agregat 4-1, memastikan Selangor melaju ke final dua leg pada 20 dan 27 Mei, dimana mereka akan berhadapan dengan pemenang antara Buriram United atau Johor Darul Ta’zim (JDT). Penampilan Selangor di turnamen ini merupakan debut mereka di Shopee Cup, dan keberhasilan mereka menandai era baru bagi klub Malaysia dalam kompetisi lintas negara.
Buriram United mengalahkan JDT dalam pertempuran ekstra waktu
Di Chang Arena, Thailand, Buriram United menorehkan kemenangan dramatis 2-1 atas JDT pada leg kedua semifinal. Setelah tertinggal 1-3 dari leg pertama, JDT berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 berkat gol penalti dari Bergson da Silva dan penyama kedudukan dari Marcos Guilherme. Namun, perpanjangan waktu mengubah nasib pertandingan ketika Kingsley Schindler mengeksekusi tembakan keras pada menit ke-97, memberi keunggulan 4-3 secara agregat untuk Buriram.
Meski Buriram harus bermain dengan 10 orang setelah Guilherme Bissoli menerima kartu merah pada menit ke-107, dan kemudian Goran Causic juga keluar karena kartu merah pada menit ke-114, keunggulan satu gol tetap cukup untuk mengamankan tiket final. Kedua tim menunjukkan kualitas tinggi, namun ketangguhan mental Buriram dalam kondisi tersisa menjadi kunci utama.
Lisensi Klub I.League: Dampak pada Kompetisi Asia
Sementara kompetisi di lapangan memanas, I.League mengumumkan hasil evaluasi Club Licensing untuk musim 2025-2026. Dari 18 klub Super League, 17 berhasil memperoleh lisensi profesional, sementara PSBS Biak gagal memenuhi kriteria pada aspek legalitas dan finansial. Akibat kegagalan tersebut, PSBS Biak akan mengalami degradasi ke Championship dan kemungkinan sanksi poin pada musim berikutnya, meski masih dapat mengajukan banding hingga 22 Mei 2026.
Selain PSBS, hanya 16 klub yang lolos untuk berkompetisi di tingkat Asia, termasuk perserta Asian Champions League 2. Daftar klub yang diberikan lisensi meliputi Persib Bandung, Borneo FC, Persija Jakarta, PSM Makassar, Persebaya Surabaya, dan lainnya. Keputusan ini menegaskan pentingnya kepatuhan administratif dalam mengakses panggung internasional, yang secara tidak langsung memengaruhi alokasi slot untuk turnamen seperti Asean Club Championship.
Rumor Transfer: Syahrul Lasinari dan Keterkaitannya dengan ASEAN Club Championship
Di tengah sorotan kompetisi, rumor transfer mengalir tentang bek PSM Makassar, Syahrul Lasinari, yang dikabarkan akan bergabung dengan Persebaya Surabaya pada musim depan. Lasinari, yang pernah menjadi andalan pelatih Bernardo Tavares, tampil impresif dalam ajang ASEAN Club Championship 2025/2026, mencatatkan tujuh penampilan sebagai starter hingga semifinal. Statistik defensifnya mencakup 34 intersepsi, 26 tekel, dan 21 sapuan, menegaskan kualitasnya di lini belakang.
Jika kepindahannya terwujud, Persebaya akan menambah kedalaman skuad menjelang kompetisi regional berikutnya, termasuk kemungkinan partisipasi di Asean Club Championship 2026. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak klub.
Perspektif ke Final dan Implikasi bagi Sepak Bola Asia
Final antara Selangor dan Buriram United menjanjikan pertarungan taktik yang menarik. Selangor mengandalkan kreativitas pemain sayap dan kemampuan finishing Moraes, sementara Buriram mengandalkan ketangguhan fisik serta strategi serangan balik yang dipimpin oleh Kingsley Schindler. Kedua tim juga memiliki pengalaman dalam kompetisi internasional, yang dapat menjadi faktor penentu dalam duel dua leg ini.
Di luar lapangan, keberhasilan klub dalam meraih lisensi dan kepatuhan finansial akan terus menjadi prasyarat bagi partisipasi di turnamen regional. Kegagalan PSBS Biak menjadi peringatan bagi klub lain untuk meningkatkan standar manajerial demi menjaga eksistensi mereka di panggung Asia.
Dengan kombinasi aksi spektakuler di semifinal, dinamika transfer, serta regulasi administratif, Asean Club Championship 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi sepak bola, melainkan juga cerminan perkembangan profesionalisme sepak bola Asia Tenggara.
Final akan diselenggarakan pada 20 dan 27 Mei 2026, dan para penggemar menantikan siapa yang akan mengangkat trofi bergengsi ini, sekaligus menilai dampaknya terhadap peringkat klub di kancah Asia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet