LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Boni Hargens, pengamat politik yang dikenal kritis, menyatakan bahwa tingkat polarisasi di Indonesia semakin vulgar sejak masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, perdebatan publik kini tidak lagi berlandaskan argumen substantif, melainkan beralih pada serangan pribadi dan bahasa yang provokatif.
Beberapa faktor utama yang diidentifikasi Hargens antara lain:
- Kebijakan ekonomi yang kontroversial dan menimbulkan ketidakpuasan di kalangan kelas menengah.
- Penggunaan media sosial sebagai arena utama penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.
- Retorika politik yang menonjolkan identitas kelompok, memperdalam jurang perbedaan.
- Kurangnya mekanisme mediasi yang efektif antara pihak-pihak yang berseteru.
Hargens menambahkan bahwa pemicu “gaduh” atau keributan publik tidak hanya berasal dari kebijakan pemerintah, melainkan juga dari peran aktor-aktor non‑pemerintah yang memanfaatkan sentimen kebencian untuk keuntungan politik atau ekonomi.
Dalam upaya meredam ketegangan, Hargens menekankan pentingnya persatuan nasional dengan langkah-langkah konkret, antara lain:
- Meningkatkan literasi media bagi masyarakat untuk membedakan fakta dan hoaks.
- Mendorong dialog lintas sektoral yang melibatkan akademisi, LSM, dan perwakilan komunitas.
- Menetapkan standar etika bagi politisi dan jurnalis dalam menyampaikan pendapat publik.
- Memperkuat institusi pengawas independen yang dapat menindak penyebaran ujaran kebencian.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet