Sebut Barcelona Dirampok, Raphinha Terancam Sanksi UEFA

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Penyerang sayap Barcelona, Raphinha, memicu kontroversi setelah menyebut timnya “dirampok” dalam sebuah wawancara pasca pertandingan melawan Real Madrid pada 3 April 2024. Raphinha menilai keputusan wasit yang menolak dua peluang jelas Barcelona sebagai tindakan tidak adil, sehingga ia mengkritik keras keputusan tersebut.

Komisi Disiplin UEFA (CDU) segera menanggapi komentar tersebut. Dalam pernyataannya, CDU menegaskan bahwa penggunaan bahasa yang merendahkan atau menyinggung integritas kompetisi dapat dikenai sanksi disiplin, termasuk denda atau larangan bermain bagi pemain yang terlibat.

  • Potensi denda finansial hingga €10.000.
  • Larangan bertanding satu atau dua pertandingan di kompetisi UEFA.
  • Peringatan resmi yang tercatat dalam riwayat disiplin pemain.

Klub Barcelona mengeluarkan pernyataan resmi yang menolak tuduhan Raphinha, menyatakan bahwa semua keputusan wasit berada dalam kerangka peraturan yang berlaku. “Kami menghormati keputusan wasit, meskipun ada ketidaksepakatan,” kata juru bicara klub.

Pihak resmi La Liga juga mengawasi kasus ini, namun menekankan bahwa tindakan disiplin utama berada di ranah UEFA karena komentar tersebut berpotensi memengaruhi citra kompetisi internasional.

Pengamat sepak bola menilai bahwa komentar Raphinha mencerminkan frustrasi yang umum muncul setelah pertandingan ketat, namun mengingat peraturan UEFA yang semakin ketat terhadap bahasa yang menyinggung, pemain harus lebih berhati‑hati dalam menyampaikan pendapat publik.