LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, memberikan penghormatan kepada almarhum Juwono Sudarsono dengan menekankan perannya sebagai figur yang berhasil menyatukan pandangan militer dan sipil pada masa transisi Reformasi 1998.
Juwono Sudarsono, yang meniti kariernya di TNI Angkatan Darat dan mencapai pangkat Letnan Jenderal, kemudian beralih ke dunia diplomasi dan pemerintahan. Pada puncak krisis politik dan sosial tahun 1998, ia aktif menggalang dialog terbuka antara aparat militer, aktivis mahasiswa, serta tokoh-tokoh sipil, sehingga membantu meredam ketegangan yang mengancam stabilitas negara.
Setelah reformasi, Juwono menjabat dalam sejumlah posisi strategis, antara lain:
- Menjabat sebagai Menteri Perhubungan (1998‑1999) dalam Kabinet Reformasi, dimana ia memperkenalkan kebijakan modernisasi infrastruktur transportasi.
- Duta Besar Indonesia untuk Australia (2001‑2005), memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama keamanan.
- Menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Presiden pada periode tertentu, memberikan masukan kebijakan pertahanan dan luar negeri.
SBY menegaskan bahwa semangat Juwono dalam mencari konsensus dan mengedepankan kepentingan nasional tetap relevan bagi Indonesia yang terus berupaya memperkuat demokrasi. Ia mengajak generasi muda untuk meneladani integritas, keberanian bernegosiasi, dan komitmen Juwono dalam menjembatani perbedaan.
Acara peringatan yang dilaksanakan di Istana Negara dihadiri oleh pejabat tinggi, keluarga almarhum, serta tokoh-tokoh masyarakat. SBY menutup sambutan dengan harapan agar warisan Juwono Sudarsono terus menginspirasi upaya persatuan dan pembangunan nasional ke depan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet