LintasWarganet.com – 30 Maret 2026 | Pasukan penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) yang terdiri atas elemen Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengalami serangan di wilayah selatan Lebanon pada hari Selasa (28/03/2024). Insiden tersebut menewaskan satu prajurit TNI, melukai tiga lainnya, dan menyebabkan satu prajurit yang mengalami luka berat harus dievakuasi secara darurat ke rumah sakit di Beirut.
Korban yang gugur merupakan prajurit infanteri dengan pangkat pertama. Tiga prajurit lain mengalami luka ringan hingga sedang, sementara prajurit yang paling parah terluka mengalami cedera kritis pada bagian dada dan pernapasan, sehingga tim medis UNIFIL memutuskan evakuasi darurat ke Rumah Sakit Rafik Hariri di Beirut dengan bantuan helikopter medis.
Komando UNIFIL menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengidentifikasi pelaku serangan. Pihak berwenang Lebanon dan Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini, namun situasi keamanan di perbatasan tetap tegang.
Serangan ini menambah daftar insiden kekerasan yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di wilayah tersebut sejak penempatan UNIFIL pada tahun 1978. Pihak TNI menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas regional, meskipun menghadapi risiko tinggi.
Berikut rangkuman kronologis singkat:
- 14.30 – Serangan artileri di daerah selatan Lebanon.
- Korban: 1 prajurit TNI tewas, 3 terluka, 1 dievakuasi ke Beirut.
- UNIFIL mengamankan lokasi, mengumpulkan bukti, dan melaporkan kejadian kepada Sekretariat PBB.
- Investigasi lanjutan akan melibatkan otoritas Lebanon dan pihak terkait lainnya.
Reaksi pemerintah Indonesia menekankan pentingnya keamanan bagi personel TNI di luar negeri dan meminta agar pihak berwenang Lebanon meningkatkan proteksi bagi semua pasukan UNIFIL.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet