Sampah Dari Hulu Menjadi Tantangan Utama di Muara Angke
Sampah Dari Hulu Menjadi Tantangan Utama di Muara Angke

Sampah Dari Hulu Menjadi Tantangan Utama di Muara Angke

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Masalah sampah yang berasal dari daerah hulu kini menjadi fokus utama di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, mengungkapkan bahwa penumpukan limbah di daerah tersebut bukan sekadar isu lokal, melainkan tantangan yang memerlukan koordinasi lintas wilayah.

Berikut beberapa poin penting yang disampaikan oleh Afan Adriansyah Idris:

  • Penumpukan sampah di Muara Angke meningkat sebesar 25% dibandingkan tahun lalu.
  • Lebih dari 60% sampah yang masuk berasal dari wilayah hulu di luar DKI Jakarta.
  • Kurangnya sarana pengelolaan sampah di daerah hulu menyebabkan limbah langsung dibuang ke sungai.
  • Pemerintah provinsi berencana meningkatkan fasilitas daur ulang dan memperkuat jaringan pengangkutan limbah antar daerah.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pemerintah DKI Jakarta akan melakukan beberapa langkah strategis, antara lain:

  1. Menggandeng pemerintah Kabupaten/Kota di sekitar aliran sungai untuk membentuk sistem pengelolaan sampah terpadu.
  2. Memperluas fasilitas pemrosesan sampah di Muara Angke, termasuk instalasi pengomposan dan daur ulang plastik.
  3. Meningkatkan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilahan sampah di sumber.
  4. Menegakkan regulasi yang lebih ketat terhadap pembuangan sampah ilegal di wilayah hulu.

Selain itu, Afan menekankan perlunya peran serta aktif warga dan sektor swasta dalam program kebersihan. “Kita tidak bisa menyelesaikan masalah ini sendiri. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha sangat vital untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat,” ujarnya.

Upaya ini diharapkan dapat menurunkan volume sampah yang masuk ke Muara Angke, sekaligus meningkatkan kualitas air dan mengurangi risiko banjir yang sering melanda wilayah pesisir Jakarta.