LintasWarganet.com – 18 April 2026 | Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Grushko, menyatakan kepada RIA Novosti bahwa negara tersebut tidak berencana menutup perbatasannya meskipun Uni Eropa memperketat aturan Schengen untuk warga Rusia.
Pengetatan tersebut meliputi pembatasan visa, penurunan kuota masuk, dan peningkatan pemeriksaan keamanan di wilayah Schengen. Kebijakan ini merupakan respons Eropa terhadap situasi geopolitik terkini, termasuk konflik di Ukraina.
Grushko menegaskan bahwa Rusia akan tetap menjaga aliran orang dan barang melalui perbatasan, serta menolak gagasan bahwa penutupan perbatasan menjadi opsi kebijakan luar negeri Moskow.
- Uni Eropa memperketat prosedur visa Schengen untuk warga Rusia.
- Rusia menolak menutup perbatasan sebagai langkah balasan.
- Kebijakan ini dapat mempengaruhi sektor pariwisata, perdagangan, dan mobilitas tenaga kerja.
- Pihak Rusia menekankan pentingnya dialog diplomatik untuk mengatasi ketegangan.
Para pengamat menilai bahwa keputusan Rusia untuk tidak menutup perbatasan mencerminkan upaya menjaga stabilitas ekonomi regional dan menghindari eskalasi lebih lanjut dalam hubungan Rusia‑Eropa. Meski demikian, kemungkinan adanya pembatasan administratif atau kontrol tambahan di perbatasan tetap ada, tergantung pada dinamika politik yang berkembang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet