Rupiah Terancam ke Level Rp18.000, Ini Faktor Pemicunya
Rupiah Terancam ke Level Rp18.000, Ini Faktor Pemicunya

Rupiah Terancam ke Level Rp18.000, Ini Faktor Pemicunya

LintasWarganet.com – 21 Juni 2026 | Rupiah Indonesia kembali berada di bawah tekanan setelah analis ekonomi menilai bahwa indeks dolar Amerika Serikat (USD) akan menguat dalam pekan mendatang. Penguatan dolar diperkirakan dapat mendorong nilai tukar rupiah menyentuh atau bahkan menembus level Rp18.000 per dolar.

Berbagai faktor yang menjadi pendorong utama meliputi:

  • Penguatan indeks dolar AS: Proyeksi kenaikan nilai dolar akibat data ekonomi Amerika yang kuat dan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.
  • Inflasi domestik yang masih tinggi: Tekanan harga barang dan jasa di dalam negeri meningkatkan beban biaya hidup, sehingga menurunkan daya beli dan menambah tekanan pada nilai tukar.
  • Kebijakan moneter Bank Indonesia: Suku bunga acuan yang masih berada di level rendah membuat selisih suku bunga (interest rate differential) antara Indonesia dan Amerika Serikat menjadi kurang menarik bagi investor.
  • Neraca perdagangan yang defisit: Impor yang melebihi ekspor memperbesar kebutuhan devisa, memperlemah cadangan devisa dan menurunkan nilai rupiah.
  • Sentimen pasar global: Ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga komoditas berpengaruh pada aliran modal ke pasar emerging, termasuk Indonesia.

Bank Indonesia telah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar dan penyesuaian kebijakan moneter bila diperlukan. Namun, para pengamat memperingatkan bahwa jika tekanan eksternal terus berlanjut, risiko rupiah menembus level Rp18.000 tidak dapat diabaikan.