Rupiah Tembus Rp17.671 per Dolar AS, Ekonom Soroti Tekanan Global dan Risiko Domestik
Rupiah Tembus Rp17.671 per Dolar AS, Ekonom Soroti Tekanan Global dan Risiko Domestik

Rupiah Tembus Rp17.671 per Dolar AS, Ekonom Soroti Tekanan Global dan Risiko Domestik

LintasWarganet.com – 18 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah hari ini menembus level Rp17.671 per dolar AS, mencatat pelemahan terbesar dalam beberapa minggu terakhir. Pergerakan ini mencerminkan tekanan eksternal yang terus berlanjut serta tantangan domestik yang mengancam stabilitas mata uang.

Beberapa faktor utama yang dikemukakan para ekonom meliputi:

  • Kenaikan suku bunga di Amerika Serikat yang memperkuat dolar dan menurunkan permintaan terhadap mata uang emerging market.
  • Ketidakpastian geopolitik di wilayah Asia-Pasifik, termasuk ketegangan perdagangan dan konflik regional.
  • Penurunan harga komoditas ekspor utama Indonesia, terutama minyak kelapa sawit dan batu bara, yang mengurangi aliran devisa.
  • Defisit transaksi berjalan yang masih berada pada level tinggi, menambah beban pada cadangan devisa.

Di sisi dalam negeri, inflasi yang masih berada di atas target bank sentral serta kebijakan fiskal yang belum sepenuhnya terkendali menjadi sorotan. Para ekonom memperingatkan bahwa jika tekanan eksternal berlanjut bersamaan dengan risiko domestik, rupiah dapat mengalami depresiasi lebih lanjut, yang pada gilirannya dapat meningkatkan beban impor dan menekan daya beli masyarakat.

Bank Indonesia diperkirakan akan menyesuaikan kebijakan moneter, termasuk kemungkinan penyesuaian suku bunga atau intervensi di pasar valuta asing, untuk menahan laju pelemahan. Namun, para pengamat menekankan bahwa kebijakan jangka panjang harus berfokus pada peningkatan cadangan devisa, diversifikasi ekspor, dan pengendalian inflasi.

Secara keseluruhan, situasi nilai tukar ini menegaskan pentingnya koordinasi kebijakan antara otoritas moneter dan fiskal, serta perlunya reformasi struktural untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di tengah dinamika pasar global.