Rupiah Tembus Rp 17.700 per Dolar AS, IHSG Amblas, Sufmi Dasco Ahmad Sambangi Bursa Efek Indonesia
Rupiah Tembus Rp 17.700 per Dolar AS, IHSG Amblas, Sufmi Dasco Ahmad Sambangi Bursa Efek Indonesia

Rupiah Tembus Rp 17.700 per Dolar AS, IHSG Amblas, Sufmi Dasco Ahmad Sambangi Bursa Efek Indonesia

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah jatuh ke level Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat pada Selasa (19/5), menandai penurunan terbesar dalam beberapa minggu terakhir. Penurunan ini bertepatan dengan penurunan signifikan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencatat penurunan lebih dari 1,5 persen dalam satu sesi perdagangan.

Penurunan tajam tersebut memicu keprihatinan di kalangan pelaku pasar, mengingat dampaknya terhadap daya beli konsumen dan biaya impor. Beberapa faktor eksternal yang berkontribusi antara lain kebijakan moneter Federal Reserve Amerika Serikat yang masih ketat, penurunan harga komoditas global, serta sentimen risiko yang meningkat di pasar emerging market.

Untuk menilai dampak langsung pada pasar modal, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad melakukan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari yang sama. Dalam rangkaian pertemuan, ia berdiskusi dengan komite pasar modal, perwakilan emiten, serta analis keuangan guna memahami penyebab penurunan IHSG dan langkah mitigasi yang dapat diambil.

Sufmi Dasco menekankan pentingnya stabilitas nilai tukar dan likuiditas pasar untuk menjaga kepercayaan investor domestik maupun asing. Ia juga meminta otoritas terkait untuk memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, serta mempercepat reformasi struktural yang dapat meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Berikut ringkasan data utama pada tanggal 19 Mei 2024:

Indikator Nilai
Rupiah/USD Rp 17.700
IHSG -1,58 %
Volume Perdagangan 1,2 miliar saham

Analisis para pakar pasar menilai bahwa tekanan pada rupiah dapat mereda jika nilai dolar AS melemah atau jika Bank Indonesia melakukan intervensi pasar secara lebih agresif. Sementara itu, pergerakan IHSG diproyeksikan akan tetap volatil hingga data inflasi dan kebijakan suku bunga global lebih jelas.

Pengunjung BEI, termasuk Sufmi Dasco, juga meninjau upaya digitalisasi pasar modal yang tengah digalakkan, seperti peluncuran platform perdagangan berbasis blockchain dan peningkatan layanan data real‑time bagi investor ritel.

Dengan kondisi ekonomi yang masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, para pelaku pasar diharapkan tetap waspada dan menyesuaikan portofolio investasi mereka. Pemerintah dan regulator diperkirakan akan terus memantau pergerakan nilai tukar dan indeks saham untuk menghindari guncangan sistemik yang lebih luas.