Rupiah melemah seiring harapan damai AS-Iran tengah meredup

LintasWarganet.com – 12 Mei 2026 | Rupiah Indonesia mengalami penurunan nilai pada Selasa pagi, mencatat melemahnya 69 poin atau sekitar 0,40% menjadi Rp17.483 per dolar AS. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan menurunnya harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang sebelumnya menjadi faktor penopang sentimen positif di pasar valuta asing.

Ketidakpastian geopolitik yang meningkat memicu volatilitas di pasar minyak dunia, menambah tekanan pada mata uang berkembang termasuk rupiah. Harga minyak mentah Brent yang sempat naik kembali setelah menurun pada minggu sebelumnya menambah beban pada neraca perdagangan Indonesia, yang masih bergantung pada impor energi.

Sebagai respons, Bank Indonesia menegaskan kesiapan intervensi pasar bila diperlukan untuk menstabilkan nilai tukar. Kebijakan moneter tetap pada tingkat suku bunga acuan yang sama, namun otoritas moneter terus memantau perkembangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas.

Waktu Kurs (Rp/USD) Perubahan
Selasa pagi 17.483 -69 poin (-0,40%)
Senin sebelumnya 17.414 +12 poin (+0,07%)

Pengamat ekonomi menilai bahwa jika ketegangan antara AS dan Iran tidak segera mereda, rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan, terutama bila harga minyak tetap tinggi. Namun, dukungan domestik berupa cadangan devisa yang kuat dan kebijakan fiskal yang hati-hati dapat menjadi penyangga bagi nilai tukar.