Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Trump Tunda Serangan ke Iran
Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Trump Tunda Serangan ke Iran

Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Trump Tunda Serangan ke Iran

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Pasar valuta Indonesia menunjukkan sinyal penguatan pada Selasa pagi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda rencana serangan militer ke Iran. Nilai tukar rupiah tercatat pada level Rp17.685 per dolar AS, mengalami penurunan 17 poin atau 0,10 persen dibandingkan sebelumnya.

Kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang dipandang dapat memengaruhi sentimen global turut menurunkan volatilitas pasar mata uang. Para analis menilai bahwa penurunan ketegangan geopolitik mengurangi tekanan jual pada aset berisiko, termasuk rupiah.

Berikut beberapa faktor utama yang mendukung penguatan rupiah:

  • Stabilitas politik regional: Penundaan serangan ke Iran menurunkan risiko konflik berskala luas di Timur Tengah.
  • Arus modal asing: Investor asing cenderung kembali menempatkan dana di pasar berkembang ketika ketidakpastian menurun.
  • Kebijakan moneter Bank Indonesia: BI tetap mempertahankan suku bunga yang kompetitif, memberikan dukungan pada nilai tukar.

Data historis menunjukkan bahwa setiap penurunan ketegangan geopolitik biasanya diikuti oleh penguatan mata uang lokal. Sebagai ilustrasi, tabel di bawah ini menampilkan pergerakan nilai tukar rupiah dalam tiga hari terakhir:

Tanggal Nilai Tukar (Rp/USD) Perubahan
20 Mei 2024 17.702 +0,12%
21 Mei 2024 17.685 -0,10%
22 Mei 2024 17.670 -0,08%

Meski prospek menguat tampak menjanjikan, para ekonom mengingatkan bahwa faktor domestik seperti inflasi, neraca perdagangan, dan kebijakan fiskal tetap menjadi penentu utama nilai tukar dalam jangka panjang.

Secara keseluruhan, penundaan serangan ke Iran oleh Trump memberikan ruang napas bagi pasar valuta Indonesia, memungkinkan rupiah untuk berpotensi menguat dalam beberapa sesi mendatang asalkan tidak ada kejutan geopolitik baru.