LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menegaskan pada Selasa, 5 Mei, bahwa pasukan militer AS yang ditempatkan di Selat Hormuz tidak akan memulai aksi tembak-menembak terlebih dahulu.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang membahas situasi keamanan di wilayah strategis tersebut, dimana Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi transportasi minyak dunia. Rubio menekankan bahwa AS tetap siap menanggapi setiap ancaman, namun akan selalu mengutamakan langkah diplomatik sebelum melakukan tindakan militer.
Rubio menambahkan bahwa kehadiran kapal-kapal perang AS di kawasan itu bertujuan untuk menegakkan kebebasan navigasi dan melindungi kepentingan perdagangan internasional. Ia menolak spekulasi bahwa Amerika Serikat akan melakukan serangan preemptif terhadap kapal atau instalasi militer negara lain.
Situasi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan sekutu-sekutunya dengan Amerika Serikat, khususnya setelah beberapa insiden penangkapan kapal di perairan tersebut. Pemerintah AS berharap pernyataan tegas ini dapat meredam eskalasi lebih lanjut.
- Pasukan AS di Selat Hormuz tidak akan menembak terlebih dahulu.
- Langkah diplomatik diprioritaskan.
- Respons militer hanya jika ada provokasi langsung.
- Tujuan kehadiran militer: kebebasan navigasi dan keamanan perdagangan.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet