Rosneft: Perusahaan Minyak AS Raup Keuntungan Besar dari Krisis Selat Hormuz
Rosneft: Perusahaan Minyak AS Raup Keuntungan Besar dari Krisis Selat Hormuz

Rosneft: Perusahaan Minyak AS Raup Keuntungan Besar dari Krisis Selat Hormuz

LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Krisis yang melanda Selat Hormuz pada awal 2024 memicu lonjakan harga minyak dunia, menciptakan kondisi pasar yang menguntungkan bagi sejumlah perusahaan minyak asal Amerika Serikat. Menurut pernyataan resmi Rosneft, perusahaan minyak Rusia tersebut menilai bahwa pelaku industri AS menjadi pihak paling diuntungkan karena kenaikan harga spot Brent dan WTI yang signifikan.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh ancaman penutupan jalur laut utama yang menyumbang sekitar 20% produksi minyak global. Ketegangan geopolitik menurunkan pasokan, sehingga perusahaan-perusahaan US seperti ExxonMobil, Chevron, ConocoPhillips, dan Marathon Oil mencatat laba bersih yang melonjak dibandingkan kuartal sebelumnya.

  • ExxonMobil: laba bersih naik 38% menjadi US$12,5 miliar.
  • Chevron: laba bersih naik 34% menjadi US$9,8 miliar.
  • ConocoPhillips: laba bersih naik 31% menjadi US$5,4 miliar.
  • Marathon Oil: laba bersih naik 27% menjadi US$2,1 miliar.

Rosneft menegaskan bahwa meskipun perusahaan Rusia mengalami penurunan ekspor akibat sanksi, mereka tetap optimis dengan diversifikasi pasar ke Asia. Namun, pernyataan tersebut juga menggarisbawahi risiko ketergantungan pada jalur transportasi laut yang rentan terhadap gangguan politik.

Para analis pasar menilai bahwa keuntungan jangka pendek bagi perusahaan AS tidak serta merta menjamin stabilitas jangka panjang. Jika ketegangan di Selat Hormuz berlanjut, volatilitas harga minyak dapat menimbulkan tekanan pada konsumen dan memperburuk inflasi global.