Rosatom Pertimbangkan Bangun Pembangkit Nuklir di Bulan
Rosatom Pertimbangkan Bangun Pembangkit Nuklir di Bulan

Rosatom Pertimbangkan Bangun Pembangkit Nuklir di Bulan

LintasWarganet.com – 13 April 2026 | Rosatom, korporasi nuklir milik negara Rusia, mengumumkan bahwa mereka sedang melakukan kajian awal terkait kemungkinan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di permukaan Bulan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Rusia untuk mengembangkan infrastruktur energi di luar angkasa.

Berikut poin-poin utama yang sedang dipertimbangkan:

  • Jenis reaktor: Reaktor berpendingin cair (liquid‑metal) atau reaktor berbasis teknologi modul kecil (SMR) yang memiliki ukuran kompak dan dapat beroperasi secara otonom.
  • Sumber bahan bakar: Uranium‑235 atau plutonium‑239 yang diproduksi di fasilitas nuklir Rusia, dengan rencana pengiriman menggunakan roket berat.
  • Distribusi energi: Penggunaan jaringan kabel microwave atau laser untuk mentransfer listrik ke stasiun orbit atau langsung ke habitat manusia di Bulan.

Rusia menargetkan fase konseptual selesai dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, dengan kemungkinan demonstrasi prototipe pada akhir dekade ini. Jika berhasil, PLTN lunar dapat menyediakan sumber listrik berkelanjutan bagi basis ilmiah, ekstraksi mineral, atau bahkan koloni manusia di masa mendatang.

Namun, proyek ini juga menghadapi tantangan signifikan. Lingkungan ekstrem Bulan, termasuk suhu yang sangat rendah, radiasi kosmik, serta gravitasi yang hanya satu per enam bumi, menuntut desain reaktor yang sangat tahan banting. Selain itu, isu keamanan dan regulasi internasional mengenai penggunaan bahan nuklir di luar angkasa menjadi pertimbangan penting.

Pengamat internasional mencatat bahwa proyek ini dapat mengubah dinamika geopolitik energi antariksa, terutama jika Rusia berhasil menjadi pelopor dalam penyediaan energi nuklir di luar bumi. Beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat dan China, juga tengah mengeksplorasi konsep serupa, sehingga kompetisi teknologi antariksa diperkirakan akan semakin intens.

Rosatom menegaskan bahwa semua kegiatan akan mengikuti perjanjian luar angkasa yang berlaku dan tidak akan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan Bulan. Mereka berharap kolaborasi dengan badan antariksa internasional dapat mempercepat realisasi visi ini.