LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Roberto De Zerbi resmi mengambil alih kemudi Tottenham Hotspur menjelang fase krusial Premier League. Setelah lebih seminggu berlatih intensif dengan skuad, sang pelatih Italia mengungkapkan rencana taktis yang mengedepankan permainan menyerang dan penguasaan bola, sekaligus harus mengatasi krisis kepercayaan dan cedera yang melanda tim.
Latihan Awal dan Suasana Tim
Dalam konferensi pers pertama, De Zerbi menegaskan pentingnya kesederhanaan taktik pada tahap awal. Ia mengakui bahwa situasi tim “tidak bisa terlalu rumit”. Para pemain melaporkan antusiasme tinggi selama sesi latihan pertama, dengan catatan positif dari kapten tim tentang atmosfer yang lebih optimis dibanding era sebelumnya.
Prediksi Formasi dan Susunan Pemain
Berbekal informasi tentang kondisi kebugaran kiper Guglielmo Vicario yang masih dalam proses pemulihan pasca operasi hernia, De Zerbi kemungkinan besar akan menurunkan Antonín Kinský sebagai starter. Di lini belakang, formasi 4‑2‑3‑1 diproyeksikan dengan Pedro Porro, Cristian Romero, Micky van de Ven, dan Destiny Udogie mengisi empat bek, sementara pilihan left‑back antara Udogie dan Djed Spence masih dipertimbangkan.
Di tengah, duo Lucas Bergvall dan Archie Gray diprediksi menjadi pasangan gelandang yang akan menggerakkan bola dengan cepat. Alternatif lain melibatkan Joao Palhinha yang memiliki statistik tekel terbanyak di liga, namun De Zerbi tampaknya mengutamakan energi muda.
Bagian serangan akan menampilkan Xavi Simons di posisi No 10, memberi kreativitas yang sangat dibutuhkan. Di sisi kanan, Mathys Tel diharapkan kembali fit; bila tidak, Randal Kolo Muani dapat menggantikannya. Sayap kiri akan diisi Richarlison, sementara Dominic Solanke menjadi striker utama menggantikan kepergian James Maddison yang masih dalam rehabilitasi ACL.
Taktik De Zerbi: ‘Posession‑Based Attack’
De Zerbi dikenal dengan gaya menyerang berbasis penguasaan bola, yang ia terapkan di Brighton dan Marseille. Pola permainan menekankan penarikan lawan ke zona pertahanan sebelum melakukan rangkaian umpan pendek dan cepat untuk menemukan pemain yang berada di posisi menyerang. Pendekatan ini menuntut bek yang nyaman dengan bola, mampu menahan tekanan, dan melakukan sentuhan singkat untuk memicu serangan.
Latihan terbaru menunjukkan De Zerbi melatih bek tengah untuk menempatkan stud pada bola guna memancing striker lawan keluar dari posisi, menciptakan ruang bagi rekan satu tim. Gelandang tengah juga dilatih mengambil satu atau dua sentuhan sebelum memantulkan bola ke rekan yang lebih bebas, mengurangi risiko kehilangan penguasaan di zona berbahaya.
Tekanan dan Harapan di Laga Pertama
Laga pembuka melawan Sunderland di Stadium of Light menjadi ujian pertama. Tottenham berada di zona degradasi, tergantung pada hasil pertandingan lain antara West Ham dan Wolves. Kegagalan mengamankan poin dapat menempatkan Spurs dalam tiga terbawah pada menit akhir pekan.
De Zerbi harus menyeimbangkan antara menerapkan filosofi ofensifnya dan menjaga stabilitas defensif. Keberhasilan taktiknya akan sangat bergantung pada kesiapan pemain muda seperti Bergvall dan Gray, serta kemampuan Simons untuk mengisi peran kreatif yang hilang setelah kepindahan kulusevski dan cedera Maddison.
Kesimpulan
Roberto De Zerbi memasuki arena Premier League dengan visi permainan menyerang yang ambisius, namun harus segera menyesuaikan diri dengan realitas krisis Tottenham. Keberhasilan susunan pemain, kebugaran inti, dan adaptasi taktik dalam waktu singkat akan menentukan apakah Spurs dapat meloloskan diri dari zona bahaya atau terjerat dalam perang relegasi yang semakin intens.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet