Riset Ekonom BCA: Cadangan Devisa RI Tergerus Rp 125 Triliun, Neraca Pembayaran Terburuk dalam 20 Tahun
Riset Ekonom BCA: Cadangan Devisa RI Tergerus Rp 125 Triliun, Neraca Pembayaran Terburuk dalam 20 Tahun

Riset Ekonom BCA: Cadangan Devisa RI Tergerus Rp 125 Triliun, Neraca Pembayaran Terburuk dalam 20 Tahun

LintasWarganet.com – 29 Mei 2026 | Riset terbaru yang dilakukan oleh tim ekonom BCA mengungkapkan bahwa cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan signifikan sebesar Rp 125 triliun atau setara dengan USD 8,3 miliar dalam kuartal terakhir. Penurunan ini bertepatan dengan defisit neraca pembayaran terbesar dalam dua dekade terakhir.

Defisit neraca pembayaran mencerminkan selisih antara aliran masuk dan keluar devisa, dimana pada periode tersebut aliran keluar melebihi aliran masuk secara drastis. Menurut data BCA, defisit mencapai nilai tertinggi sejak 2004, menandakan tekanan eksternal yang kuat pada perekonomian.

Indikator Nilai
Penurunan Cadangan Devisa Rp 125 triliun (USD 8,3 miliar)
Defisit Neraca Pembayaran Terburuk dalam 20 tahun
Cadangan Devisa Awal Rp 1.100 triliun (perkiraan)

Penurunan cadangan devisa dapat memicu kenaikan nilai tukar rupiah, menambah beban inflasi, serta mempengaruhi biaya impor. BCA memperkirakan bahwa jika tren ini berlanjut, nilai tukar rupiah dapat melemah hingga 5 % dalam enam bulan ke depan, dengan potensi dampak pada harga barang konsumsi.

Untuk mengatasi tekanan ini, para analis menyarankan peningkatan ekspor non‑migas, penarikan investasi asing langsung, serta kebijakan moneter yang lebih ketat. Pemerintah diperkirakan akan meninjau kembali kebijakan fiskal dan strategi penjualan devisa guna menstabilkan pasar.

Secara keseluruhan, situasi cadangan devisa dan neraca pembayaran yang memburuk menuntut respons cepat dari otoritas moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat.