LintasWarganet.com – 19 April 2026 | Jawa Barat, 19 April 2026 – Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada Pemerintah Prancis atas meninggalnya seorang anggota pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL). Kejadian tersebut terjadi pada 17 April 2026 ketika prajurit Prancis itu tewas dalam insiden keamanan di wilayah operasi UNIFIL.
Dalam pernyataan resmi yang diterima oleh media nasional, Menteri Luar Negeri menegaskan solidaritas Indonesia dengan Prancis serta semua negara yang berkontribusi dalam misi penjaga perdamaian. “Kami turut berduka cita atas kehilangan anggota pasukan perdamaian yang telah mengabdikan dirinya demi stabilitas Lebanon. Semoga keluarga almarhum mendapatkan kekuatan,” ujar Menteri.
UNIFIL, yang dibentuk pada tahun 1978, memiliki mandat untuk mengawasi gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, serta membantu otoritas Lebanon dalam memulihkan keamanan dan kesejahteraan penduduk. Hingga kini, lebih dari 10.000 personel dari lebih dari 40 negara terlibat dalam operasi tersebut.
Indonesia, sebagai anggota aktif PBB, turut berpartisipasi dalam misi-misi perdamaian internasional, meskipun belum memiliki kontingen di UNIFIL. Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen Jakarta terhadap nilai‑nilai perdamaian dan kerja sama multilateral.
Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam sebuah unggahan resmi, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam dan menghargai jasa‑jasa prajurit tersebut. Kedua negara diperkirakan akan terus memperkuat kerja sama di bidang pertahanan dan keamanan, termasuk dalam kerangka kerja sama Uni Eropa‑Indonesia.
Insiden ini menambah catatan panjang tantangan yang dihadapi pasukan penjaga perdamaian di kawasan Timur Tengah, di mana ancaman serangan sporadis, penembakan, dan ledakan masih sering terjadi. Pemerintah Lebanon dan otoritas UNIFIL berjanji akan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengidentifikasi penyebab pasti kecelakaan tersebut.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet