RI dan Belarus Sepakati Komitmen Bisnis Senilai Rp7 Triliun
RI dan Belarus Sepakati Komitmen Bisnis Senilai Rp7 Triliun

RI dan Belarus Sepakati Komitmen Bisnis Senilai Rp7 Triliun

LintasWarganet.com – 16 Mei 2026 | Pelaku usaha dari Indonesia dan Belarus menandatangani lima Nota Kesepahaman (MoU) yang menargetkan total nilai perdagangan mencapai Rp7 triliun dalam lima tahun ke depan. Kesepakatan ini diumumkan dalam forum bisnis bilateral yang berlangsung di Minsk, dihadiri oleh pejabat tinggi kementerian perdagangan dan delegasi perusahaan utama kedua negara.

Ruang Lingkup Nota Kesepahaman

Lima MoU mencakup sektor-sektor strategis yang dipandang memiliki potensi pertumbuhan tinggi, antara lain:

  • Energi dan sumber daya alam
  • Pertanian dan produk agroindustri
  • Pariwisata serta budaya
  • Teknologi informasi dan komunikasi (TIK)
  • Infrastruktur dan konstruksi

Target Nilai per Sektor

Sektor Target Nilai (Rp)
Energi 2 triliun
Agrikultur 1,5 triliun
Pariwisata 1 triliun
TIK 1,2 triliun
Infrastruktur 1,3 triliun

Jika seluruh target tercapai, total nilai transaksi bilateral akan mencapai Rp7 triliun, setara dengan sekitar US$450 juta berdasarkan kurs saat ini.

Pernyataan Resmi

Menanggapi kesepakatan tersebut, Menteri Perdagangan Republik Indonesia menyatakan, “Kami optimis kerjasama ini akan membuka peluang baru bagi pelaku usaha kedua negara, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan volume ekspor‑impor secara berkelanjutan.” Sementara itu, Menteri Ekonomi Belarus menambahkan, “Belarus berkomitmen menyediakan teknologi dan investasi yang dibutuhkan Indonesia, khususnya di bidang energi terbarukan dan digitalisasi.

Selain penandatanganan MoU, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk tim kerja gabungan yang akan memantau pelaksanaan, menyelesaikan hambatan regulasi, serta menyelenggarakan misi dagang tahunan selama periode kesepakatan.

Para pengamat ekonomi menilai bahwa komitmen Rp7 triliun ini dapat menjadi katalisator pertumbuhan perdagangan bilateral, mengingat Indonesia merupakan pasar terbesar di Asia Tenggara dan Belarus memiliki keunggulan dalam produksi peralatan industri serta teknologi energi.

Dengan langkah konkret ini, diharapkan hubungan ekonomi Indonesia‑Belarus akan bergerak dari sekadar dialog menjadi kemitraan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara.