Revitalisasi SLBN Indramayu ubah kualitas belajar peserta didik

LintasWarganet.com – 23 April 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan program revitalisasi Satuan Lingkungan Belajar Nasional (SLBN) di Kabupaten Indramayu sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah. Program ini menitikberatkan pada perbaikan infrastruktur, penyediaan perlengkapan belajar modern, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik.

Langkah-langkah utama yang dijalankan antara lain:

  • Renovasi gedung sekolah: Beberapa sekolah mengalami perbaikan struktural, pengecatan, serta penambahan ruang kelas yang lebih representatif.
  • Penyediaan peralatan belajar: Setiap kelas dilengkapi dengan papan tulis interaktif, perangkat audio‑visual, dan perlengkapan laboratorium yang mendukung praktik ilmiah.
  • Pelatihan guru: Guru-guru mengikuti workshop berbasis kurikulum Merdeka serta pelatihan digital untuk mengoptimalkan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.
  • Peningkatan lingkungan belajar: Penataan taman, perpustakaan, dan area olahraga dibuat lebih aman dan menarik, sehingga siswa dapat belajar dalam suasana yang kondusif.

Hasil evaluasi awal menunjukkan peningkatan signifikan pada beberapa indikator, antara lain:

Indikator Pra‑revitalisasi Pasca‑revitalisasi
Rasio ruang kelas per siswa 1:45 1:30
Persentase guru yang mengikuti pelatihan digital 38% 76%
Rata‑rata nilai UN 71,2 78,5

Direktur Kementerian Pendidikan, Budi Santosa, menyatakan bahwa revitalisasi SLBN merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menurunkan kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Ia menambahkan bahwa keberhasilan program di Indramayu akan menjadi model bagi wilayah lain.

Para kepala sekolah dan komite sekolah di Indramayu juga melaporkan peningkatan motivasi belajar siswa, berkat lingkungan yang lebih bersih, nyaman, dan dilengkapi teknologi. Orang tua menyambut baik perubahan ini, mengaku merasa lebih percaya bahwa anak‑anak mereka mendapatkan pendidikan yang lebih berkualitas.

Ke depan, Kemendikdasmen berencana memperluas skala revitalisasi ke seluruh provinsi Jawa Barat, dengan target menyelesaikan renovasi lebih dari 1.000 sekolah dalam tiga tahun ke depan.