Revitalisasi Sekolah di Gorontalo: Masyarakat Dilibatkan Percepat Perubahan
Revitalisasi Sekolah di Gorontalo: Masyarakat Dilibatkan Percepat Perubahan

Revitalisasi Sekolah di Gorontalo: Masyarakat Dilibatkan Percepat Perubahan

LintasWarganet.com – 29 April 2026 | Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa program revitalisasi sekolah di Provinsi Gorontalo kini mengedepankan peran serta aktif masyarakat. Inisiatif ini bertujuan mempercepat perbaikan fasilitas, peningkatan mutu pembelajaran, serta menumbuhkan rasa memiliki di kalangan warga setempat.

Program revitalisasi mencakup tiga fase utama: penilaian kondisi sekolah, penyusunan rencana aksi bersama, dan implementasi perbaikan. Pemerintah daerah, komite sekolah, orang tua, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal dilibatkan dalam setiap tahap untuk memastikan solusi yang diambil relevan dengan kebutuhan lokal.

  • Penilaian kondisi: Tim gabungan melakukan survei fisik dan akademik di lebih dari 150 sekolah dasar dan menengah di Gorontalo.
  • Penyusunan rencana aksi: Hasil survei dipresentasikan dalam forum warga, dimana usulan perbaikan disaring dan diprioritaskan.
  • Implementasi: Dana revitalisasi dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kontribusi sukarela dari masyarakat.

Dalam pertemuan terakhir, Kepala Dinas Pendidikan Gorontalo menekankan pentingnya transparansi penggunaan dana dan pelaporan berkala. Setiap sekolah diminta menyusun logbook yang memuat progres pekerjaan, sehingga pihak pengawas dapat memantau realisasi secara real‑time.

Selain perbaikan fisik seperti pembangunan ruang kelas baru, perbaikan jaringan listrik, dan renovasi toilet, program juga menargetkan peningkatan kualitas pembelajaran. Guru-guru diberikan pelatihan metodologi berbasis teknologi, sementara siswa dilibatkan dalam proyek lingkungan yang mendukung pembelajaran kontekstual.

Berbagai lembaga non‑pemerintah (LSM) serta perusahaan lokal telah berkomitmen menyediakan sumber daya tambahan, mulai dari bahan bangunan hingga perangkat belajar digital. Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan prestasi akademik secara signifikan dalam lima tahun ke depan.