Respons Rektor Unesa soal Penutupan Prodi Tak Relevan: Itu Baru Wacana, Harus Dikaji Lebih Dalam
Respons Rektor Unesa soal Penutupan Prodi Tak Relevan: Itu Baru Wacana, Harus Dikaji Lebih Dalam

Respons Rektor Unesa soal Penutupan Prodi Tak Relevan: Itu Baru Wacana, Harus Dikaji Lebih Dalam

LintasWarganet.com – 30 April 2026 | Rector Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan klarifikasi terkait wacana penutupan program studi yang dinilai kurang relevan dengan kebutuhan industri. Dalam pernyataannya, rektor menegaskan bahwa usulan tersebut masih berada pada tahap diskusi awal dan belum menjadi keputusan final.

Rektor juga menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan akademik dan tuntutan industri. “Kita tidak boleh terburu‑buru menutup program hanya karena belum sepenuhnya selaras dengan pasar kerja saat ini. Perlu ada upaya adaptasi kurikulum, peningkatan kualitas dosen, dan kolaborasi yang lebih intensif dengan mitra industri,” ujarnya.

Berikut langkah‑langkah yang diusulkan rektor untuk menilai kelayakan program studi:

  • Mengumpulkan data enrollmen mahasiswa selama lima tahun terakhir.
  • Melakukan survei kebutuhan tenaga kerja di sektor terkait.
  • Menilai kualitas output lulusan melalui tracer study.
  • Mengadakan forum dialog dengan industri, alumni, dan lembaga akreditasi.
  • Menyusun rekomendasi berbasis temuan untuk rapat senat universitas.

Jika hasil kajian menunjukkan bahwa suatu program studi memang tidak dapat beradaptasi atau tidak memberikan nilai tambah bagi lulusan, maka penutupan dapat dipertimbangkan dengan prosedur yang transparan dan memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang sedang menempuh studi untuk menyelesaikan pendidikan mereka.

Dengan pendekatan ini, Unesa berharap dapat memastikan bahwa setiap program studi yang dipertahankan memiliki relevansi yang kuat, kualitas akademik yang terjaga, serta mampu menjawab tantangan pasar kerja di masa depan.