LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pada hari Rabu menanggapi kekhawatiran investor terkait fenomena Sell Indonesia yang muncul akibat penurunan indeks saham domestik. Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tidak menunjukkan tanda‑tanda kembali ke situasi krisis tahun 1998.
Purbaya menjelaskan bahwa penurunan pasar saham merupakan bagian normal dari siklus ekonomi, bukan indikasi kegagalan fundamental. Menurutnya, likuiditas masih kuat, cadangan devisa tetap tinggi, dan nilai tukar rupiah stabil di kisaran 15.000 per dolar.
- Pasar saham turun sekitar 5‑7% dalam dua minggu terakhir, namun volume perdagangan tetap sehat.
- Cadangan devisa mencapai US$ 138 miliar, cukup untuk menutupi impor selama lebih dari enam bulan.
- Inflasi tahunan berada di level 3,5%, jauh di bawah target maksimum 4,5%.
Selain data makro, Purbaya menekankan langkah kebijakan yang telah diambil pemerintah, antara lain penyesuaian suku bunga oleh Bank Indonesia dan kebijakan fiskal yang menahan defisit anggaran pada level terendah dalam tiga tahun terakhir.
Ia juga mengingatkan bahwa fenomena Sell Indonesia lebih dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya ketidakpastian di pasar maju, daripada masalah struktural di dalam negeri. Oleh karena itu, otoritas berkomitmen untuk menjaga stabilitas melalui komunikasi yang transparan dan koordinasi lintas kementerian.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet