Rekor Transaksi SPKLU Saat Mudik Lebaran 2026: PLN Catat Lonjakan 4,15 Kali Lipat!
Rekor Transaksi SPKLU Saat Mudik Lebaran 2026: PLN Catat Lonjakan 4,15 Kali Lipat!

Rekor Transaksi SPKLU Saat Mudik Lebaran 2026: PLN Catat Lonjakan 4,15 Kali Lipat!

LintasWarganet.com – 04 April 2026 | PT PLN (Persero) mengumumkan bahwa transaksi di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode mudik Lebaran 2026 mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Pada hari puncak, sebanyak 4.360 transaksi tercatat, menghasilkan total konsumsi energi sebesar 427.980 kilowatt‑hour (kWh). Kedua indikator tersebut meningkat hingga 4,15 kali lipat dibandingkan data yang sama pada Lebaran tahun sebelumnya, ketika hanya tercatat 4.360 transaksi dan 103.010 kWh.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa lonjakan ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap infrastruktur pengisian kendaraan listrik yang semakin handal. "Lebih dari sekedar angka, capaian ini menunjukkan bahwa strategi pengembangan SPKLU, baik dari sisi kuantitas, teknologi, maupun integrasi layanan digital, mampu mendorong kepercayaan masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh," ujar Darmawan dalam pernyataan resmi.

Skala Jaringan SPKLU Nasional

Hingga kini, PLN bersama mitra telah menyebarkan total 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik strategis di seluruh Indonesia, dengan jarak rata‑rata antar stasiun sekitar 22 kilometer. Fokus khusus diberikan pada jalur mudik utama, yakni Trans‑Sumatra, Jawa, dan Bali, di mana tersedia 1.681 unit SPKLU yang tersebar di 994 titik, baik di alur tol maupun non‑tol. Jumlah ini mencerminkan peningkatan sebesar 70 persen dibandingkan dengan jaringan yang ada pada Lebaran tahun lalu.

Langkah Mobilisasi dan Inovasi Layanan

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, PLN menyiagakan 15 unit SPKLU Mobile yang ditempatkan di titik‑titik exit tol strategis. Unit‑unit mobil ini dirancang untuk memberikan layanan pengisian darurat bagi pengguna kendaraan listrik (EV) yang berada di jalur mudik. Selain itu, ribuan personel PLN dikerahkan untuk memastikan kelancaran operasional SPKLU selama periode siaga.

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan, PLN tidak hanya mengandalkan fast charging, melainkan juga memperkenalkan ultra fast charging yang dapat mengisi baterai kendaraan dalam hitungan menit. Teknologi ini diharapkan mempercepat proses pengisian dan mengurangi waktu tunggu pengguna, terutama pada masa-masa puncak seperti mudik Lebaran.

Data Kunci Perbandingan Tahun 2025‑2026

  • Transaksi harian: 4.360 (2026) vs 1.050 (2025)
  • Konsumsi energi: 427.980 kWh (2026) vs 103.010 kWh (2025)
  • Jumlah unit SPKLU di jalur mudik: 1.681 (2026) vs 991 (2025)
  • Peningkatan unit SPKLU di jalur mudik: +70%

Data tersebut menegaskan pertumbuhan eksponensial dalam adopsi kendaraan listrik di Indonesia, khususnya pada masa-masa perjalanan jarak jauh. Peningkatan jaringan SPKLU tidak hanya mendukung mobilitas berkelanjutan, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon nasional.

Dengan strategi pengembangan infrastruktur yang terintegrasi, dukungan tenaga kerja yang luas, serta inovasi teknologi pengisian ultra cepat, PLN berupaya menjadikan Indonesia sebagai pasar kendaraan listrik terbesar di kawasan Asia Tenggara. Keberhasilan rekor transaksi mudik Lebaran 2026 menjadi bukti nyata bahwa langkah‑langkah tersebut mulai membuahkan hasil.

Ke depannya, PLN menargetkan penambahan lebih dari 2.000 unit SPKLU baru dalam dua tahun ke depan, dengan penekanan pada daerah‑daerah terpencil dan jalur‑jalur strategis lainnya. Diharapkan, peningkatan jaringan ini akan terus memperkuat kepercayaan publik serta mempercepat transisi menuju mobilitas listrik yang lebih ramah lingkungan.

Rekor transaksi SPKLU saat mudik Lebaran 2026 bukan sekadar angka, melainkan indikasi kuat bahwa ekosistem kendaraan listrik Indonesia tengah memasuki fase percepatan pertumbuhan yang signifikan.