Rano Karno: Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII Siapkan Era Digital
Rano Karno: Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII Siapkan Era Digital

Rano Karno: Revitalisasi Anjungan Jakarta di TMII Siapkan Era Digital

LintasWarganet.com – 29 Maret 2026 | Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan bahwa proses revitalisasi Anjungan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) kini mengusung konsep era digital. Menurutnya, transformasi ini tidak hanya memperbaharui tampilan fisik, tetapi juga menambahkan elemen teknologi interaktif untuk meningkatkan pengalaman pengunjung.

Rano menegaskan bahwa tujuan utama revitalisasi adalah menjadikan Anjungan Jakarta sebagai pusat edukasi dan hiburan yang memadukan warisan budaya dengan inovasi digital. “Kami ingin setiap pengunjung dapat merasakan sejarah Jakarta melalui media yang modern, seperti augmented reality dan layar sentuh interaktif,” ujar Rano dalam konferensi pers.

Fitur utama yang akan dihadirkan

  • Instalasi layar sentuh yang menampilkan peta interaktif sejarah Jakarta.
  • Penggunaan teknologi augmented reality (AR) untuk menghidupkan kembali bangunan-bangunan ikonik masa lalu.
  • Sistem audio multibahasa yang memudahkan wisatawan asing memahami narasi.
  • Area kreatif yang dilengkapi dengan studio mini untuk pembuatan konten digital oleh pengunjung.

Proyek revitalisasi diperkirakan selesai pada akhir tahun 2026, dengan anggaran yang telah disetujui oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Selama proses pengerjaan, tim pelaksana akan bekerja sama dengan sejumlah lembaga budaya, universitas, serta perusahaan teknologi lokal untuk memastikan integrasi yang optimal antara elemen tradisional dan digital.

Manfaat bagi masyarakat dan pariwisata

Revitalisasi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi TMII sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja baru di bidang teknologi kreatif dan manajemen budaya.

Rano menutup dengan harapan bahwa Anjungan Jakarta yang baru akan menjadi simbol sinergi antara tradisi dan inovasi, sekaligus menjadi contoh bagi proyek-proyek kebudayaan lainnya di Indonesia.