Putu Ekayana Cetak Brace, Timnas U-17 Gigit Timor Leste 4-0 di Piala AFF

LintasWarganet.com – 02 Mei 2026 | Jakarta, 14 Mei 2026 – Timnas Indonesia U-17 menorehkan kemenangan gemilang 4-0 atas Timor Leste dalam laga pembuka Piala AFF di Stadion Joko Samudro, Gresik. Penampilan brilian Putu Ekayana, pemain Bali United, menjadi sorotan utama setelah ia mencetak dua gol (brace) yang memperkuat posisi Garuda Muda di Grup A.

Di bawah asuhan pelatih Kurniawan Dwi Yulianto, skuad berusia di bawah 17 tahun ini menampilkan kombinasi antara talenta lokal yang dibekali pengalaman ASEAN U-17 Championship dan tiga pemain diaspora yang berkompetisi di Eropa serta Australia. Keberhasilan mengalahkan Timor Leste menegaskan kesiapan tim menjelang tantangan lebih besar di fase grup Piala Asia U-17 2026, yang dijadwalkan berlangsung di Jeddah, Arab Saudi, pada 5‑22 Mei.

Kekuatan Diaspora dan Dominasi Bali United

Skuad final berjumlah 23 pemain mencakup tiga pemain diaspora: Mike Rajasa (FC Utrecht, Belanda), Noha Pohan (NAC Breda, Belanda), dan Mathew Baker (Melbourne City, Australia). Mathew Baker merupakan satu‑satunya pemain yang pernah berkompetisi di Piala Asia U‑17 dan Piala Dunia U‑17 sebelumnya, sehingga diharapkan menjadi faktor pembeda dalam tekanan internasional.

Klub lokal Bali United menjadi kontributor terbanyak dengan empat pemain: Noah Leo Duvert, Putu Ekayana, Made Arbi, dan Keanu Sanjaya. Dominasi ini mencerminkan kebijakan akademi Bali United dalam mengembangkan talenta muda yang siap berkompetisi di level nasional dan internasional.

Rangkaian Gol dan Peran Putu Ekayana

Putu Ekayana membuka skor pada menit ke‑12 lewat tendangan satu‑sentimeter setelah serangan balik cepat. Gol kedua muncul pada menit ke‑28, kali ini melalui tembakan jarak menengah yang memanfaatkan kesalahan pertahanan Timor Leste. Kedua gol tersebut tidak hanya menambah catatan pribadi pemain, tetapi juga memberikan momentum bagi tim untuk menguasai permainan.

Gol ketiga dicetak oleh Noah Leo Duvert pada menit ke‑55, sementara gol keempat datang dari kontributor senior, Zidane Raditya, pada menit ke‑78. Dengan empat gol tanpa balas, Indonesia mengamankan tiga poin penuh dan meningkatkan selisih gol yang penting dalam perhitungan grup.

Daftar Lengkap 23 Pemain Timnas Indonesia U‑17

  • Noah Leo Duvert (Bali United) – Penyerang
  • Abdillah Ishak (Persija Jakarta) – Bek
  • Mike Rajasa (FC Utrecht) – Kiper
  • Randu Aryo (Persik Kediri) – Gelandang
  • Putu Ekayana (Bali United) – Penyerang
  • Farik Rizqi (Adhyaksa) – Gelandang
  • Zidane Raditya (Persis) – Penyerang
  • Mathew Baker (Melbourne City) – Penyerang
  • Farrel Luckyta (PSS) – Bek
  • Made Arbi (Bali United) – Gelandang
  • Peres Akwila (Persija) – Bek
  • Fardan Farras (Borneo FC) – Penyerang
  • Girly Andrade (Persik) – Bek
  • Chico Jericho (ASIOP) – Gelandang
  • Keanu Sanjaya (Bali United) – Penyerang
  • Noah Pohan (NAC Breda) – Gelandang
  • Alfredo Naraya (Persebaya) – Bek
  • Miraj Rizky (Adhyaksa) – Gelandang
  • Dava Yunna (Persebaya) – Penyerang
  • Ridho (Persija) – Bek
  • Ichiro Akbar (Persebaya) – Penyerang
  • Sean Rahman (Persik) – Gelandang
  • Fardan Ary (Adhyaksa) – Bek

Prospek dan Tantangan Selanjutnya

Setelah kemenangan meyakinkan melawan Timor Leste, Garuda Muda kini menatap lawan berikutnya di grup A, yakni tim-tim dengan tradisi kuat di level Asia. Misi utama Kurniawan Dwi Yulianto adalah menembus perempat final Piala Asia U‑17 2026, yang sekaligus membuka peluang tiket ke Piala Dunia U‑17 2026 di Qatar.

Keberadaan tiga diaspora memberikan dimensi taktis tambahan, sementara pemain-pemain Bali United menunjukkan konsistensi performa dalam kompetisi domestik. Kombinasi ini diharapkan mampu menyeimbangkan kreativitas serangan dengan kestabilan pertahanan.

Jika Indonesia dapat mempertahankan selisih gol positif dan mengumpulkan poin penting, peluang untuk melaju ke babak selanjutnya akan semakin besar. Dukungan suporter muda dan ekspektasi publik menambah beban mental, namun tim tampak siap menghadapinya.

Dengan hasil 4-0 yang menggemparkan serta penampilan gemilang Putu Ekayana, harapan untuk menorehkan prestasi historis di ajang regional dan global kini terasa semakin realistis. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti bahwa investasi pada pengembangan bakat usia dini, khususnya melalui akademi klub seperti Bali United, mulai membuahkan hasil pada panggung internasional.