LintasWarganet.com – 11 Mei 2026 | Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi, menegaskan bahwa proses restrukturisasi proyek kereta cepat Whoosh telah selesai secara teknis. Menurutnya, tahap selanjutnya hanyalah menyelesaikan prosedur administratif yang masih tersisa di kantor pemerintah pusat.
Whoosh, yang direncanakan menjadi jaringan kereta cepat pertama di Indonesia, sempat terhambat oleh kendala keuangan dan perizinan sejak awal peluncurannya. Pemerintah kemudian melakukan penataan ulang struktur pembiayaan, perubahan kontraktor utama, serta penyesuaian skema kepemilikan antara pihak publik dan swasta.
Purbaya menjelaskan bahwa:
- Seluruh perjanjian baru telah ditandatangani oleh pihak terkait.
- Rencana pendanaan telah disetujui oleh Kementerian Keuangan dan lembaga keuangan domestik.
- Studi kelayakan terbaru menunjukkan bahwa proyek kini berada pada posisi yang lebih stabil secara finansial.
Dengan dasar tersebut, Menteri Keuangan menyatakan bahwa tidak ada lagi hambatan struktural yang menghalangi pelaksanaan proyek. “Kami sudah berada pada fase final, yaitu menuntaskan dokumen administrasi, perizinan akhir, dan koordinasi lintas kementerian,” kata Purbaya dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.
Langkah administratif yang masih harus diselesaikan meliputi:
- Pengesahan kembali izin usaha oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
- Penyelesaian prosedur evaluasi lingkungan hidup (AMDAL) yang telah direvisi.
- Finalisasi kontrak kerja dengan konsorsium pelaksana proyek.
Jika semua prosedur tersebut selesai tepat waktu, pemerintah menargetkan proyek Whoosh dapat memulai fase konstruksi lanjutan pada kuartal berikutnya, dengan harapan layanan kereta cepat dapat beroperasi dalam lima tahun ke depan.
Para investor dan pelaku industri infrastruktur menyambut baik perkembangan ini, mengingat potensi besar Whoosh dalam mempercepat mobilitas antar kota besar di Pulau Jawa serta menambah daya saing transportasi nasional.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet