LintasWarganet.com – 25 April 2026 | Menteri Keuangan Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, baru-baru ini memaparkan arti sebenarnya dari istilah “survival mode” yang kini diidentikkan dengan kondisi perekonomian negara. Menurutnya, frasa tersebut bukan sekadar retorika, melainkan menggambarkan serangkaian langkah penyesuaian fiskal yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan global.
Dalam penjelasannya, Purbaya menekankan bahwa Indonesia sedang menghadapi tiga tekanan utama:
- Inflasi yang masih berada di atas target, dipicu oleh kenaikan harga pangan dan energi global.
- Defisit anggaran yang melebar akibat penurunan pendapatan pajak dan peningkatan belanja sosial.
- Lambatnya pertumbuhan ekonomi yang dipengaruhi oleh kondisi pasar internasional serta penurunan investasi.
Untuk mengatasi situasi tersebut, pemerintah mengadopsi kebijakan “survival mode” yang meliputi:
- Pengendalian belanja negara: Peninjauan kembali proyek-proyek infrastruktur yang belum siap atau tidak prioritas, serta penundaan belanja non-esensial.
- Peningkatan penerimaan fiskal: Memperketat kepatuhan pajak, memperluas basis pajak, dan mempercepat reformasi perpajakan.
- Penyesuaian kebijakan moneter: Koordinasi dengan Bank Indonesia untuk mengelola likuiditas dan menjaga stabilitas nilai tukar.
- Dukungan sosial yang terfokus: Menyalurkan bantuan langsung kepada kelompok rentan tanpa mengorbankan keberlanjutan anggaran.
Purbaya menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut tidak dimaksudkan sebagai kebijakan jangka panjang, melainkan sebagai respons sementara hingga kondisi eksternal membaik. Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap berkomitmen pada agenda pembangunan, termasuk investasi infrastruktur strategis, asalkan dapat dijalankan dengan efisiensi dan efektivitas yang tinggi.
Selain itu, Menteri Keuangan menyoroti pentingnya peran sektor swasta dalam memperkuat daya saing ekonomi. “Jika sektor swasta dapat berperan lebih aktif dalam investasi, inovasi, dan penciptaan lapangan kerja, beban fiskal negara dapat teredam secara signifikan,” ujarnya.
Dengan mengimplementasikan “survival mode”, pemerintah berharap dapat menstabilkan neraca negara, menurunkan tekanan inflasi, serta menciptakan fondasi yang lebih kuat untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di masa mendatang.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet