Purbaya Bantah Fiskal Jadi Penyebab Rupiah Melemah, Klaim APBN Tetap Dikelola Baik

LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Dalam sesi konferensi pers terbaru, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menolak anggapan bahwa kebijakan fiskal menjadi penyebab utama melemahnya nilai tukar rupiah. Ia menegaskan bahwa fluktuasi mata uang lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti sentimen pasar global dan pergerakan harga komoditas.

Menteri menambahkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dijalankan secara prudensial untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional hingga akhir tahun 2026. Menurutnya, disiplin fiskal dan pengelolaan utang publik yang hati-hati menjadi landasan utama dalam menahan tekanan nilai tukar.

  • Fokus utama kebijakan fiskal tetap pada penurunan defisit dan pengendalian inflasi.
  • APBN 2024-2026 diproyeksikan menghasilkan surplus fiskal yang berkelanjutan.
  • Upaya diversifikasi sumber pendapatan negara memperkuat daya tahan ekonomi.

Data terkini menunjukkan bahwa cadangan devisa Indonesia tetap berada pada level yang memadai, sementara rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah. Dengan kebijakan moneter yang kooperatif, Bank Indonesia berupaya menstabilkan nilai tukar melalui intervensi pasar bila diperlukan.

Menteri menutup pernyataan dengan menekankan komitmen pemerintah untuk terus mengelola keuangan negara secara transparan dan akuntabel, sehingga kepercayaan investor dan masyarakat tetap terjaga.