PTPN I Luncurkan Uji Coba Penanaman Sorgum Seluas 20 Hektar untuk Dukung Produksi Bioetanol
PTPN I Luncurkan Uji Coba Penanaman Sorgum Seluas 20 Hektar untuk Dukung Produksi Bioetanol

PTPN I Luncurkan Uji Coba Penanaman Sorgum Seluas 20 Hektar untuk Dukung Produksi Bioetanol

LintasWarganet.com – 16 Juni 2026 | PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) memulai program uji coba penanaman sorgum di lahan seluas 20 hektar sebagai bagian dari upaya memperluas sumber bahan baku bioetanol di Indonesia. Proyek ini dilaksanakan di kawasan kebun percobaan milik PTPN I yang berlokasi di wilayah Jawa Barat, dengan target produksi sorgum yang dapat diolah menjadi etanol ramah lingkungan.

Pengembangan sorgum dipilih karena tanaman ini memiliki tingkat toleransi tinggi terhadap kondisi kering serta siklus pertumbuhan yang singkat, menjadikannya alternatif yang menjanjikan bagi bahan baku bioetanol dibandingkan tanaman pangan tradisional. Selain itu, sorgum dapat ditanam pada lahan marginal yang kurang cocok untuk padi atau jagung, sehingga meningkatkan pemanfaatan lahan pertanian nasional.

Berikut beberapa tujuan utama dari uji coba ini:

  • Mengidentifikasi varietas sorgum yang paling cocok dengan iklim dan tanah Indonesia.
  • Menilai produktivitas per hektar serta kandungan gula yang dapat diekstraksi untuk proses fermentasi.
  • Mengukur dampak lingkungan, termasuk penggunaan air dan emisi karbon dibandingkan bahan baku konvensional.
  • Menyusun model ekonomi yang memperhitungkan biaya produksi, nilai jual bioetanol, serta potensi pasar domestik dan ekspor.

Tim riset PTPN I bekerja sama dengan lembaga pertanian dan universitas terkemuka, melakukan pemantauan pertumbuhan tanaman secara berkala, serta melakukan uji laboratorium untuk menentukan kualitas bahan baku. Hasil awal menunjukkan bahwa sorgum yang ditanam menghasilkan biomassa yang cukup tinggi dengan kandungan fermentable sugar mencapai 12-14 persen, berada dalam kisaran yang dianggap layak untuk produksi bioetanol.

Jika uji coba berhasil, PTPN I berencana memperluas area tanam hingga ratusan hektar dalam beberapa tahun ke depan, serta membangun fasilitas pengolahan bioetanol terintegrasi di dalam kawasan perkebunan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal melalui diversifikasi tanaman.

Proyek ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menargetkan peningkatan penggunaan bioetanol hingga 5 persen dalam campuran BBM nasional pada tahun 2030. Dengan mengoptimalkan produksi sorgum sebagai bahan baku, PTPN I berharap dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target energi terbarukan tersebut.