PSSI Sebut “Passportgate” Felicia de Zeeuw Sudah Teratasi

LintasWarganet.com – 16 April 2026 | Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) pada hari Rabu menyatakan bahwa masalah yang dikenal sebagai “passportgate” yang melibatkan Sekjen PSSI, Felicia de Zeeuw, telah selesai dan tidak akan berlanjut.

Kasus ini muncul pada awal bulan ini ketika sejumlah media mengungkapkan adanya ketidaksesuaian dokumen kependudukan milik Felicia de Zeeuw, yang pada saat itu sedang menjalankan tugas sebagai sekretaris jenderal sekaligus pengurus utama dalam pengelolaan tim nasional. Kekhawatiran publik terfokus pada kemungkinan pelanggaran peraturan kepemilikan paspor ganda serta implikasinya terhadap legitimasi kepemimpinan PSSI.

Dalam konferensi pers yang dipimpin Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, pihak asosiasi menegaskan bahwa seluruh dokumen resmi telah diperiksa oleh tim hukum internal dan hasilnya menunjukkan tidak ada pelanggaran hukum yang signifikan. Selanjutnya, PSSI menambahkan bahwa Felicia de Zeeuw telah melengkapi semua persyaratan administrasi yang dibutuhkan, termasuk pembaruan paspor dan verifikasi data identitas.

  • Langkah-langkah yang diambil PSSI:
    1. Audit dokumen oleh tim hukum independen.
    2. Pemeriksaan silang data kependudukan dengan Kementerian Hukum dan HAM.
    3. Pengajuan permohonan paspor baru untuk menutup celah administratif.
  • Hasil akhir: Semua temuan dinyatakan bersih, dan tidak ada sanksi yang dijatuhkan.

Selain itu, PSSI menegaskan komitmen untuk meningkatkan transparansi dalam proses rekrutmen dan penunjukan pejabat tinggi. Sebagai bagian dari langkah pencegahan, asosiasi berencana mengimplementasikan sistem verifikasi data digital yang terintegrasi dengan basis data pemerintah.

Reaksi dari kalangan pelaku sepak bola domestik umumnya positif. Beberapa pelatih dan pemain menyatakan kelegaan karena isu tersebut tidak lagi mengganggu fokus persiapan tim nasional menjelang kompetisi regional mendatang.

Pihak PSSI juga mengingatkan bahwa setiap dugaan pelanggaran di masa mendatang akan ditangani secara tegas sesuai dengan regulasi yang berlaku, guna menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap lembaga sepak bola Indonesia.