Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Kader Gerindra yang Terjaring OTT KPK
Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Kader Gerindra yang Terjaring OTT KPK

Profil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo, Kader Gerindra yang Terjaring OTT KPK

LintasWarganet.com – 10 April 2026 | Gatut Sunu Wibowo, yang menjabat sebagai Bupati Tulungagung sejak 2021, merupakan tokoh politik dari Partai Gerakan Indonesia (Gerindra). Lahir dan besar di Tulungagung, ia menapaki karier dari aktivis mahasiswa hingga pejabat daerah, dengan fokus pada pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Karier politiknya dimulai ketika bergabung dengan Gerindra pada awal 2000-an. Sebelum terpilih sebagai bupati, ia sempat menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung dan aktif dalam organisasi massa partai. Pada Pilkada 2020, Gatut Sunu Wibowo berhasil meraih mayoritas suara, mengalahkan kandidat lain dengan platform pembangunan berkelanjutan.

Selama masa jabatannya, beberapa program unggulan telah diluncurkan, antara lain:

  • Pembangunan jalan kabupaten yang menghubungkan desa‑desa terpencil.
  • Peningkatan fasilitas pendidikan melalui renovasi sekolah dan beasiswa bagi siswa berprestasi.
  • Program pemberdayaan petani dengan penyediaan bibit unggul dan pelatihan pertanian modern.

Pada pertengahan 2024, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan Operasi Tindak Terpadu (OTT) yang menargetkan sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Gatut Sunu Wibowo. OTT tersebut berfokus pada dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengadaan barang dan jasa serta indikasi gratifikasi yang diduga melanggar peraturan perundang‑undangan.

KPK menyatakan bahwa penyelidikan masih dalam tahap awal dan belum ada penetapan tuduhan resmi. Namun, nama Gatut Sunu Wibowo muncul dalam dokumen awal OTT sebagai salah satu subjek yang akan diperiksa secara mendalam.

Reaksi dari pihak terkait beragam. Sekretaris Daerah menegaskan komitmen pemerintah kabupaten untuk kooperatif dengan penyidik, sementara kader Gerindra mengingatkan pentingnya prinsip praduga tak bersalah. Sementara itu, sejumlah organisasi masyarakat sipil menuntut transparansi penuh dan akuntabilitas atas penggunaan anggaran publik.

Jika terbukti melakukan pelanggaran, konsekuensi hukum yang dapat dihadapi meliputi sanksi pidana, pencabutan jabatan, serta pemulihan kerugian negara. Namun, hingga kini tidak ada keputusan pengadilan yang mengikat.

Situasi ini menambah dinamika politik di Jawa Timur, khususnya menjelang pemilihan kepala daerah berikutnya. Pengawasan publik terhadap kinerja pejabat daerah diperkirakan akan semakin ketat, menuntut standar integritas yang lebih tinggi.

Meski berada di bawah sorotan, Gatut Sunu Wibowo tetap melanjutkan agenda pembangunan, dengan menekankan bahwa proses hukum harus berjalan sesuai prosedur tanpa mengganggu layanan publik.