Profil Andi Angga Prasadewa, Relawan Tangguh Papua yang Ditangkap Militer Israel
Profil Andi Angga Prasadewa, Relawan Tangguh Papua yang Ditangkap Militer Israel

Profil Andi Angga Prasadewa, Relawan Tangguh Papua yang Ditangkap Militer Israel

LintasWarganet.com – 19 Mei 2026 | Andi Angga Prasadewa, seorang relawan kemanusiaan asal Papua, dikenal luas karena dedikasinya dalam membantu warga terdampak konflik di wilayah perbatasan. Lahir dan besar di Jayapura, Prasadewa menekuni kerja sukarela sejak usia muda, terutama dalam bidang penyediaan bantuan medis, makanan, dan perlindungan bagi keluarga yang terpinggirkan.

Selama beberapa tahun terakhir, ia bergabung dengan beberapa organisasi non‑pemerintah yang beroperasi di zona konflik, termasuk di daerah yang dikuasai oleh militer Israel. Tugasnya meliputi pendistribusian paket bantuan, pengobatan darurat, serta pendampingan psikologis bagi korban.

Pada tanggal 23 April 2024, Prasadewa ditangkap oleh pasukan militer Israel di wilayah Gaza saat sedang melakukan pendataan bantuan. Penangkapan tersebut terjadi tanpa pemberitahuan resmi dan menimbulkan keprihatinan luas di kalangan aktivis hak asasi manusia.

  • Usia: 28 tahun
  • Asal: Jayapura, Papua
  • Bidang: Bantuan kemanusiaan, medis, psikologis
  • Organisasi: NGO lokal dan internasional
  • Penangkapan: 23 April 2024, Gaza

Pemerintah Indonesia secara resmi menyatakan keprihatinannya dan menuntut agar Prasadewa segera dibebaskan. Menteri Luar Negeri menegaskan bahwa perlindungan terhadap warganya di luar negeri merupakan prioritas, sementara sejumlah lembaga internasional menyerukan agar pihak militer Israel menghormati hak relawan kemanusiaan.

Sejumlah LSM hak asasi manusia juga menggelar aksi solidaritas, menuntut transparansi mengenai kondisi fisik dan hukum Prasadewa. Mereka menekankan pentingnya menjamin kebebasan kerja para relawan tanpa intervensi militer.

Sampai kini, keluarga Prasadewa belum menerima informasi resmi tentang lokasi penahanan atau proses hukum yang akan dihadapi. Komunitas internasional terus memantau situasi, berharap agar kasus ini dapat diselesaikan secara damai dan Andi Angga Prasadewa dapat kembali melanjutkan misinya membantu mereka yang membutuhkan.