LintasWarganet.com – 23 Juni 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan permintaan dukungan kepada Nahdlatul Ulama (NU) dalam upaya mengatasi kebocoran kekayaan negara yang semakin mengkhawatirkan. Dalam sebuah pernyataan resmi, Prabowo menekankan pentingnya peran organisasi keagamaan terbesar di Indonesia sebagai mitra strategis dalam memperkuat integritas dan akuntabilitas pengelolaan aset publik.
Presiden menyoroti bahwa kebocoran kekayaan negara tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap institusi negara. Oleh karena itu, kolaborasi dengan NU diharapkan dapat memberikan dorongan moral dan sosial yang signifikan, mengingat kedekatan NU dengan masyarakat luas.
Beberapa langkah yang diusulkan dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah dan NU antara lain:
- Mengadakan forum dialog rutin antara pejabat pemerintah dan tokoh-tokoh NU untuk membahas isu-isu pengelolaan aset negara.
- Memberdayakan jaringan pendidikan dan sosial NU dalam program edukasi anti‑korupsi bagi masyarakat.
- Memanfaatkan struktur organisasi NU untuk melakukan pemantauan dan pelaporan potensi kebocoran di tingkat daerah.
- Menjalin kerja sama dalam penyusunan kebijakan yang menekankan transparansi dan akuntabilitas keuangan.
Prabowo juga menegaskan bahwa upaya pemberantasan kebocoran kekayaan negara memerlukan komitmen bersama dari semua elemen bangsa, termasuk lembaga keagamaan, sektor swasta, dan warga negara. Dengan dukungan NU, diharapkan dapat tercipta sinergi yang lebih kuat dalam menegakkan supremasi hukum dan menegakkan keadilan ekonomi.
Harapan Presiden adalah agar kolaborasi ini tidak hanya bersifat simbolis, melainkan menghasilkan implementasi konkret yang dapat mengurangi praktik korupsi dan meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya negara demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet