LintasWarganet.com – 21 April 2026 | Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan pentingnya mempercepat pelaksanaan program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas 100 gigawatt (GW). Dalam pernyataannya, ia menyoroti peran energi terbarukan dalam menjawab tantangan perubahan iklim dan memenuhi kebutuhan listrik nasional yang terus meningkat.
Target dan Latar Belakang
Program PLTS 100 GW merupakan bagian dari rencana jangka panjang pemerintah untuk menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan kontribusi energi bersih. Saat ini, kapasitas terpasang energi surya di Indonesia masih berada di angka satu digit gigawatt, jauh di bawah target nasional.
Permintaan Presiden
Presiden Prabowo menginstruksikan semua kementerian terkait, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), serta Badan Pengembangan dan Penguatan Sektor Energi Terbarukan (BPPEST) untuk mempercepat proses perizinan, pembiayaan, dan pembangunan infrastruktur PLTS. Ia menekankan bahwa percepatan tersebut harus dilakukan tanpa mengorbankan standar keselamatan dan kualitas.
- Mempercepat penyelesaian studi kelayakan dan perizinan lingkungan.
- Meningkatkan kemudahan akses pendanaan bagi investor domestik dan asing.
- Mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga penelitian.
- Memanfaatkan lahan tidak produktif, atap gedung, dan area industri untuk instalasi panel surya.
Dampak yang Diharapkan
Jika target 100 GW tercapai tepat waktu, diperkirakan Indonesia dapat mengurangi emisi karbon sebesar beberapa juta ton per tahun, menurunkan biaya listrik bagi konsumen, serta menciptakan ribuan lapangan kerja di sektor manufaktur dan instalasi panel surya.
Presiden Prabowo menutup pernyataannya dengan harapan semua pihak dapat bersinergi untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara berenergi bersih dan mandiri.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet