LintasWarganet.com – 06 Mei 2026 | Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, pada Rabu (4/5/2026) menyuarakan tekanan kuat kepada pemerintah Israel untuk segera membebaskan aktivis asal Brasil yang ditahan dalam operasi keamanan terkait kapal aktivis Global Sumud Flotilla. Aktivis tersebut, yang merupakan bagian dari misi kemanusiaan yang menavigasi Laut Mediterania, ditangkap pada akhir April lalu setelah kapal mereka dilarang memasuki wilayah perairan yang dikuasai Israel.
Lula menegaskan bahwa penahanan tersebut melanggar prinsip kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia. Ia menambahkan, “Brasil tidak akan menutup mata terhadap penindasan terhadap warganya, terutama ketika mereka berjuang untuk hak asasi dan bantuan kemanusiaan.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Istana Presidencial, serta melalui surat resmi yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Israel.
Dalam suratnya, pemerintah Brasil menuntut:
- Pelepasan segera aktivis tanpa persyaratan tambahan.
- Peninjauan kembali kebijakan penahanan aktivis asing di wilayah Israel.
- Penegasan kembali komitmen internasional terhadap hak asasi manusia dalam konflik Gaza.
Pihak Israel belum memberikan komentar resmi mengenai permintaan Brasil. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel mengingatkan bahwa keamanan nasional dan pencegahan penyelundupan senjata tetap menjadi prioritas utama, tanpa menolak kemungkinan dialog lebih lanjut.
Kasus ini menambah ketegangan diplomatik antara Brasil dan Israel, terutama di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap operasi militer Israel di Gaza. Pemerintah Brasil bersama beberapa negara Latin Amerika lainnya telah menyerukan investigasi independen terhadap dugaan pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Lula menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya kerja sama multilateral: “Kita harus mencari solusi damai yang menghormati hak semua pihak, termasuk aktivis yang berusaha membantu rakyat yang terdampak konflik.”
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet