LintasWarganet.com – 06 Juni 2026 | Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Jumat, 5 Juni, menyampaikan kritik tajam terhadap Iran yang dinilai memanfaatkan wilayah Lebanon sebagai alat tawar-menawar dalam kebijakan luar negeri. Aoun menegaskan bahwa penggunaan Lebanon sebagai arena geopolitik oleh Tehran tidak dapat diterima dan menambah beban bagi negara yang sedang berjuang mengatasi krisis ekonomi serta sosial.
Selain itu, Aoun juga menyoroti tindakan pemimpin Hizbullah yang, menurutnya, semakin memperkuat hubungan militer dengan Iran, sehingga memperburuk ketegangan internal dan menurunkan kedaulatan Lebanon. Presiden menuntut agar Hizbullah menurunkan retorika serta menahan aksi-aksi yang dapat memicu konflik lebih luas.
Kritik tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Gedung Pemerintahan Beirut, dimana Aoun menekankan pentingnya menjaga kemerdekaan politik Lebanon dari pengaruh eksternal. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengupayakan dialog nasional untuk menyelesaikan perbedaan pandangan antar partai politik serta kelompok bersenjata.
Berikut poin‑poin utama yang diutarakan Aoun:
- Iran tidak boleh memperlakukan Lebanon sebagai pion dalam strategi geopolitik.
- Hizbullah harus mengurangi ketergantungan militer terhadap Tehran.
- Pemerintah Lebanon akan memperkuat kebijakan luar negeri yang independen.
- Diperlukan dialog nasional untuk meredam ketegangan politik.
Reaksi dari pihak Iran dan perwakilan Hizbullah belum diumumkan secara resmi. Sementara itu, situasi politik Lebanon tetap rentan, dengan tekanan ekonomi yang terus meningkat dan kebutuhan mendesak untuk reformasi struktural.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet