Presiden Korsel: Indonesia mitra kunci energi dan etabilitas Global
Presiden Korsel: Indonesia mitra kunci energi dan etabilitas Global

Presiden Korsel: Indonesia mitra kunci energi dan etabilitas Global

LintasWarganet.com – 01 April 2026 | Presiden Korea Selatan, Lee Jae‑Myung, menegaskan pada konferensi pers terbaru bahwa Indonesia merupakan mitra strategis dalam upaya meningkatkan ketahanan energi serta menjaga stabilitas global.

Dalam pernyataannya, Lee menyoroti pentingnya kerja sama bilateral di sektor energi, termasuk penyediaan LNG, pengembangan energi terbarukan, serta investasi infrastruktur energi bersih. Ia menambahkan bahwa hubungan kedua negara telah berkembang sejak perjanjian kerjasama energi yang ditandatangani pada tahun 2022, dan kini diharapkan dapat memperkuat pasokan energi bagi Korea Selatan yang tengah menghadapi tantangan pasokan bahan bakar fosil.

Lee juga menekankan peran Indonesia dalam mendukung upaya stabilitas ekonomi regional, mengingat posisi geografis dan sumber daya alam yang melimpah. Menurutnya, Indonesia dapat menjadi “kunci” dalam menciptakan ekosistem energi yang lebih berkelanjutan dan resilient di Asia‑Pasifik.

  • Fokus utama kerjasama meliputi:
    • Penyediaan LNG jangka panjang
    • Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya dan angin
    • Transfer teknologi energi bersih
    • Investasi dalam jaringan listrik pintar
  • Target bersama: meningkatkan kontribusi energi terbarukan menjadi 23% dari total bauran energi masing‑masing negara pada tahun 2030.

Berikut rangkuman beberapa poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut:

Bidang Komitmen Indonesia Komitmen Korea Selatan
LNG Pasokan tahunan 5 juta ton (2024‑2028) Pembelian jangka panjang
Energi Terbarukan Investasi US$2,5 miliar dalam proyek solar & angin Transfer teknologi & pelatihan
Infrastruktur Pembangunan jaringan listrik pintar di 3 provinsi Kolaborasi R&D

Lee menutup dengan harapan bahwa hubungan strategis ini tidak hanya akan memperkuat keamanan energi kedua negara, tetapi juga berkontribusi pada stabilitas geopolitik dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan.