LintasWarganet.com – 23 April 2026 | Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan bahwa blokade yang dilakukan di Selat Hormuz serta ancaman yang datang dari Amerika Serikat menjadi faktor utama yang menghambat proses negosiasi diplomatik antara kedua negara. Menurutnya, tindakan tersebut melanggar komitmen internasional yang telah disepakati sebelumnya dan menimbulkan ketegangan di jalur pelayaran penting dunia.
Pezeshkian menambahkan bahwa Iran tetap berkomitmen pada prinsip kedaulatan dan keamanan wilayahnya, namun tidak akan menutup mata terhadap tekanan yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi regional. Ia menekankan pentingnya dialog konstruktif sebagai satu-satunya jalan keluar dari krisis yang sedang berlangsung.
Poin-poin utama yang diangkat dalam pernyataannya antara lain:
- Pelanggaran komitmen internasional terkait kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
- Blokade militer yang dilakukan oleh kapal-kapal asing, yang menurut Iran merupakan tindakan provokatif.
- Ancaman sanksi tambahan dari Amerika Serikat yang dapat memperparah kondisi ekonomi Iran.
- Kebutuhan mendesak untuk melanjutkan negosiasi tanpa intervensi eksternal.
Presiden Iran juga menegaskan bahwa Iran siap berkoordinasi dengan negara-negara sahabat untuk memastikan kelancaran perdagangan minyak dan gas, serta menjaga keamanan jalur laut yang menjadi tulang punggung perdagangan global.
Situasi di Selat Hormuz kini menjadi sorotan dunia, mengingat aliran minyak mentah melalui selat tersebut mencapai sekitar tiga setengah juta barel per hari. Ketegangan yang terus meningkat dapat berdampak pada harga energi internasional serta stabilitas politik di kawasan Timur Tengah.
LintasWarganet.com Info Update Terpercaya untuk Warganet