Presiden FIFA Gianni Infantino Tanggapi Beragam Isu Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026
Presiden FIFA Gianni Infantino Tanggapi Beragam Isu Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026

Presiden FIFA Gianni Infantino Tanggapi Beragam Isu Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026

LintasWarganet.com – 11 Juni 2026 | Gianni Infantino, Presiden FIFA, memberikan sejumlah keterangan kepada wartawan satu hari sebelum upacara pembukaan Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan secara bersamaan di Amerika Utara. Dalam konferensi pers, Infantino menekankan kesiapan organisasi dalam menangani tantangan logistik, keamanan, serta keberlanjutan acara terbesar sepak bola dunia.

Ia menegaskan bahwa tiga negara tuan rumah—Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat—telah bekerja sama erat dengan otoritas lokal untuk memastikan stadion‑stadion yang dipilih memenuhi standar keamanan internasional. “Kami telah melakukan audit keamanan yang komprehensif, termasuk simulasi evakuasi dan koordinasi dengan badan anti‑teror,” ujarnya.

Infantino juga menyinggung isu tiket dan aksesibilitas bagi suporter. Menurutnya, sistem penjualan tiket berbasis digital akan mengurangi penipuan dan memberikan transparansi lebih besar. “Kami ingin setiap penggemar, tanpa memandang lokasi atau kemampuan ekonomi, memiliki kesempatan yang adil untuk menyaksikan pertandingan,” jelasnya.

Berkenaan dengan keberlanjutan, Presiden FIFA menyoroti target pengurangan jejak karbon acara. Beberapa stadion akan menggunakan energi terbarukan, dan FIFA berkomitmen untuk mengoptimalkan transportasi publik serta meminimalkan limbah plastik.

Selain itu, Infantino menanggapi pertanyaan mengenai inklusivitas gender. Ia mengumumkan peningkatan jumlah pertandingan sepak bola wanita yang akan diselenggarakan bersamaan dengan turnamen utama, serta program pelatihan bagi wasit dan ofisial wanita.

  • Keamanan: Audit menyeluruh, kolaborasi dengan agensi anti‑teror.
  • Tiket: Penjualan digital, mekanisme anti‑penipuan.
  • Keberlanjutan: Energi terbarukan, transportasi hijau, pengurangan limbah.
  • Inklusivitas: Penambahan pertandingan wanita, pelatihan ofisial wanita.

Infantino menutup pernyataannya dengan optimism bahwa Piala Dunia 2026 tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi sportiva, tetapi juga platform untuk mempromosikan nilai‑nilai sosial dan lingkungan yang lebih baik.